Share

10 Provinsi Penyumbang Kasus Kematian Covid-19 Tertinggi di Indonesia

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 01 September 2021 20:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 01 481 2464726 10-provinsi-penyumbang-kasus-kematian-covid-19-tertinggi-di-indonesia-zD0hgaoZER.jpg Ilustrasi (Foto : News Medical)

KETUA Bidang Data dan Teknologi Informasi Tugas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah menyampaikan, ada 10 provinsi sebagai penyumbang kasus kematian Covid-19 tertinggi pada Agustus 2021 lalu.

"Kontribusi dari 10 provinsi ini, menyumbang kematian 77.01 persen dari total angka kematian bulanan di bulan Agustus 2021," ujarnya dalam talk show Perkembangan Kondisi Covid-19 dan Kepatuhan Protokol Kesehatan di Indonesia melalui virtual, Rabu (1/9/21).

Ia menyebutkan 10 provinsi yang menyumbang kasus kematian tertinggi antara lain Jawa Tengah 8.912, Jawa Timur 7.412, Jawa Barat 3.902, Kalimantan Timur 1.709, Lampung 1.492, Yogyakarta 1,419, Bali 1.344, Jakarta 1.107, Riau 1.088, dan Sumatera Utara 888 kasus.

Rumah Sakit Covid-19

Lebih lanjut, kata Dewi, akan tetapi kasus kematian di Agustus 2021 mengalami penurunan, dari puncaknya pada kasus kematian di akhir Juli 2021.

Baca Juga : Indonesia Peringkat 6 Dunia Jumlah Penduduk Terbanyak yang Divaksinasi Covid-19

Menurutnya, angka tersebut mengalami penurunan dari puncak kasus kematian Covid-19 mingguan pada Juli 2021 sebanyak 12.444 kasus.

"Rata-rata angka harian, bisa dilihat progres di akhir Juli terdapat kasus kematian sekitar 1.700 kasus," terangnya.

Sementara itu Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 nasional, kini angkanya kian menurun.

Penurunan BOR terlihat lantaran jumlah pasien Covid-19 yang membutuhkan fasilitas dan perawatan di rumah sakit kian berkurang. Menurut Dewi, saat ini berada di angka 25,04 per 31 Agustus 2021.

Lebih lanjut, kata Dewi, tercatat tidak ada lagi rumah sakit rujukan pasien Covid-19 yang memiliki BOR di atas 60 persen. Malahan rata-rata di setiap provinsi di Indonesia, angkanya di bawah 30 persen.

"Sementara itu 15 provinsi memiliki BOR antara 30 persen, sampai 59 persen (ketersediaannya)," pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini