Didiet Maulana Ciptakan Masker untuk Dukung Para Nakes

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 02 September 2021 07:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 02 194 2464778 didiet-maulana-ciptakan-masker-untuk-dukung-para-nakes-Bptuvut3Fm.jpg Didiet Maulana pakai masker kain. (Foto: Instagram)

DIDIET Maulana membuat masker untuk mendukung tenaga kesehatan, dengan motif yang merepresentasikan kuliner Indonesia. Seperti apa wujudnya?

Dinamai Kulinara atau Kuliner Nusantara, Didiet berkreasi membuat masker cantik nan unik. Masker ini bisa buat penampilan seseorang jadi lebih kece saat pakai double masker.

Didiet

Pemilik Ikat ini mengatakan, makanan menjadi salah satu arti kebahagiaan dan memiliki arti tersendiri bagi setiap orang.

DIDIET Maulana membuat masker dengan motif yang merepresentasikan kuliner Indonesia. Seperti apa wujudnya? 
Dinamai Kulinara atau Kuliner Nusantara, Didiet berkreasi membuat masker cantik nan unik. Masker ini bisa buat penampilan seseorang jadi lebih kece saat pakai double masker. 
Pemilik Ikat ini mengatakan, makanan menjadi salah satu arti kebahagiaan dan memiliki arti tersendiri bagi setiap orang. 
Masker ini hadir dengan warna, motif dan cerita yang menggambarkan betapa banyak ragam budaya rasa Indonesia dengan satu tema yang sama yaitu kehangatan dan kebahagiaan. 
"Saya memiliki visi untuk menciptakan desain bercorak Indonesia untuk menumbuhkan rasa bangga akan negeri ini," katanya lewat keterangan tertulis. 
Proses pembuatan masker berlangsung cukup singkat. Selama proses produksi, Didiet dan tim pun menaati peraturan prokes.
Didiet juga mengungkap bagian paling menantang dalam proses mendesain masker. Dia memutar otak agar desain yang dibuat itu benar-benar bisa mendukung manusia pemakainya.  
"Walau bukan masker medis, diharap tetap bisa mendukung para nakes dalam keseharian mereka," katanya. 
"Saat mereka di jalan atau di luar area ruang kesehatan. Jadi hal ini harus bisa menjadi sesuatu yang dibanggakan,secara desain harus unik dan berbeda dari biasanya," ujar Didiet. 
Fenny Kusnaidy, perwakilan Sasa Inti juga bangga karena bisa ikut berpartisipasi dalam mendesain masker. Masker ini diharap menyemangati para tenaga medis dan relawan. 
"Sehingga mereka terus optimis bahwa perjuangan mereka akan menyelamatkan banyak orang," tutupnya

Masker ini hadir dengan warna, motif dan cerita yang menggambarkan betapa banyak ragam budaya rasa Indonesia dengan satu tema yang sama yaitu kehangatan dan kebahagiaan. 

Didiet


"Saya memiliki visi untuk menciptakan desain bercorak Indonesia untuk menumbuhkan rasa bangga akan negeri ini," katanya lewat keterangan tertulis. 

Proses pembuatan masker berlangsung cukup singkat. Selama proses produksi, Didiet dan tim pun menaati peraturan prokes.

Didiet juga mengungkap bagian paling menantang dalam proses mendesain masker. Dia memutar otak agar desain yang dibuat itu benar-benar bisa mendukung manusia pemakainya.  


"Walau bukan masker medis, diharap tetap bisa mendukung para nakes dalam keseharian mereka," katanya. 


"Saat mereka di jalan atau di luar area ruang kesehatan. Jadi hal ini harus bisa menjadi sesuatu yang dibanggakan,secara desain harus unik dan berbeda dari biasanya," ujar Didiet. 


Fenny Kusnaidy, perwakilan Sasa Inti juga bangga karena bisa ikut berpartisipasi dalam mendesain masker. Masker ini diharap menyemangati para tenaga medis dan relawan. 


"Sehingga mereka terus optimis bahwa perjuangan mereka akan menyelamatkan banyak orang," tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini