Ini Upaya Pemerintah Mencegah Stunting

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 03 September 2021 11:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 03 481 2465575 ini-upaya-pemerintah-mencegah-stunting-7fc3JoAWTI.jpg Stunting (Foto: The telegraph)

DI  tengah pandemi Covid-19, pemerintah terus berupaya menurunkan angka stunting di Indonesia. Berbagai cara telah ditempuh pemerintah, salah satunya dengan meningkatkan fasilitas layanan kesehatan.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan, sebaiknya setiap satu desa memiliki satu bidan. Mereka jadi garda untuk mencegah stunting dan memberikan pengetahuan yang baik kepada ibu-ibu berbagai cara mencegah stunting pada anak.

 mencegah integrasi

Menurut Hasto, isu stunting di tingkat pusat hingga kabupaten/kota sejatinya sudah cukup mendapat perhatian tinggi. Namun memang di desa belum terasa gaungnya.

“Di tingkat desa untuk perubahan perilaku pelayanan kesehatan terkait pencegahan stunting seperti layanan antenatal care atau perawatan bayi baru lahir masih belum terasa gaungnya,” kata Hasto belum lama ini.

Hasto juga telah menyampaikan kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tentang berbagai rencana untuk mempercepat penurunan stunting.

Pencegahan stunting lanjut Hasto, juga bisa dilakukan dengan intervensi sensitif (sanitasi, air bersih, kemiskinan, pendidikan) dan spesifik (pranikah, hamil, interval). Namun menurutnya bisa mempertajam intervensi spesifik, karena jumlah anggaran yang terbatas terlebih lagi karena pandemi ini.

Sementara itu, Ongkie Tedjasurja, Presiden Direktur Kalbe Nutritionals menambahkan, pihaknya terus berupaya membantu pemerintah dalam program penurunan angka stunting di Indonesia bersama BKKBN. Ini dilakukan dengan penyediaan data, dan memenuhi kebutuhan nutrisi dalam membantu mengatasi masalah stunting dan malnutrisi di Indonesia.

“Kita dihadapkan pada kenyataan bahwa untuk hidup sehat dan memenuhi kehidupan negeri ini di masa depan, kita harus menemukan nilai-nilai baru yang meneguhkan kehidupan, serta membentuk pola hidup dan bekerja sama yang baru. Kita harus mampu memanfaatkan teknologi dengan cara yang benar, sehingga dapat membentuk masa depan layanan kesehatan dan menyelesaikan masalah yang ada. Salah satu cara mentransformasi industri kesehatan menjadi lebih efisien dan lebih terjangkau adalah melalui penggunaan solusi big data,” ungkap Ongkie.

Big data membuka peluang tidak hanya bagi para profesional di industri kesehatan tetapi juga membuka potensi besar dalam kesehatan masyarakat, kesehatan institusional, penelitian, layanan perawatan pasien, bahkan hingga kebijakan kesehatan dan penerapannya di masyarakat. Termasuk kebijakan mengatasi stunting.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini