Share

WHO Sebut Pengidap Demensia Melonjak hingga 78 Juta Orang

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 03 September 2021 12:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 03 481 2465591 who-sebut-pengidap-demensia-melonjak-hingga-78-juta-orang-fqEa37fTgh.jpg Demensia (Foto: Pixabay)

SELAMA pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini, ancaman akan penyakit lain, sejatinya tak bisa diabaikan.

Salah satunya penyakit demensia, yang bahkan diprediksikan oleh Badan Kesehatan Dunia jumlah pengidapnya akan melonjak tajam kurang dari 10 tahun dari sekarang.

 demensia

Dari keterangan WHO pada Kamis 2 September kemarin, tercatat saat ini lebih dari 55 juta orang di seluruh dunia hidup dengan demensia. Tak main-main, penyakit gangguan neurologis yang berpengaruh pada daya ingat seseorang ini diketahui telah merugikan dunia secara finansial.

Dengan populasi manusia yang semakin menua, mengutip Reuters, Jumat (3/9/2021) dalam laporan WHO disebutkan bahwa jumlah pengidap penyakit progresif yang dipicu oleh stroke, cedera otak atau penyakit Alzheimer ini diproyeksikan meningkat menjadi 78 juta orang pada tahun 2030 dan 139 juta pada tahun 2050, atau melonjak hingga 40 persen.

“Demensia merampas jutaan ingatan orang, kemandirian, dan martabat mereka, tetapi juga merampas orang-orang yang kita kenal dan cintai," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.

Sejauh ini diketahui hanya satu dari empat negara di dunia yang memiliki kebijakan nasional yang menyokong pengidap demensia dan keluarga pengidap.

“Dunia mengecewakan orang-orang pengidap demensia, dan itu menyakitkan kita semua," tambah Tedros.

Senada dengan Dirjen WHO, Katrin Seeher, Ahli dari Departemen Kesehatan Mental WHO menyebutkan, demensia tak bisa dianggap remeh karena penyakit satu ini nyatanya memang menjadi masalah global dan bukan hanya di negara-negara kaya berpenghasilan tinggi.

“Demensia benar-benar menjadi masalah kesehatan masyarakat global dan tidak hanya di negara-negara berpenghasilan tinggi. Faktanya, lebih dari 60 persen orang dengan demensia tinggal di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah,” ujar Katrin.

Dari catatan Katrin, penyakit demensia tak hanya bisa menyerang orang yang sudah lanjut usia. Sebab faktanya, demensia bisa terjadi pada orang-orang berusia di bawah 65 tahun, yang dinamakan young-onset dementia.

Kasus demensia pada kelompok orang yang masih muda ini disebutkan sekitar 10 persen dari semua kasus demensia.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini