Benarkah Covid-19 Varian Mu Kebal Vaksin?

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 03 September 2021 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 03 481 2465665 benarkah-covid-19-varian-mu-kebal-vaksin-QJMpvPjOgr.jpg Ilustrasi covid-19 varian Mu. (Foto: Kjpargeter/Freepik)

PUBLIK dunia kini dihebohkan munculnya covid-19 varian Mu. Disebutkan bahwa varian Mu mungkin saja kebal terhadap vaksin covid-19. Benarkah demikian?

Dikutip dari Antara, Jumat (3/9/2021), varian Mu dikenal dengan kode B.1.621 dan pertama kali terdeteksi di Kolombia pada Januari 2021. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun mengklasifikasikannya sebagai variant of interest (VOI).

Baca juga: Apakah Sakit Telinga Termasuk Gejala Covid-19 Varian Delta? 

Menurut laman Livescience, label VOI berarti prevalensi varian tersebut meningkat di beberapa area dan mutasi ini cenderung memengaruhi karakteristik virus seperti penularan atau tingkat keparahan penyakit. Menurut WHO, varian Mu memiliki konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan vaksin.

Ilustrasi covid-19 varian Mu. (Foto: Okezone)

Data awal studi laboratorium menunjukkan antibodi yang dihasilkan sebagai respons terhadap vaksinasi covid-19 atau infeksi sebelumnya kurang mampu menetralisasi atau mengikat dan menonaktifkan varian Mu. Namun, temuan ini masih perlu dikonfirmasi melalui penelitian selanjutnya.

Baca juga: Berbagai Jenis Tes Covid-19 yang Perlu Diketahui 

Sejauh ini varian Mu telah terdeteksi di 39 negara, termasuk di Amerika Selatan, Eropa, dan Amerika Serikat. Sebuah studi dari University of Miami mendeteksi varian Mu pada 9 persen kasus di Jackson Memorial Health System di Miami, menurut laporan Medpage Today.

Meskipun varian Mu ditemukan kurang dari 0,1 persen dari semua kasus covid-19 di seluruh dunia, tetapi jenis ini menyumbang 39 persen dari kasus di Kolombia dan 13 persen di Ekuador, serta telah meningkat prevalensinya di area tersebut.

WHO menyatakan masih memerlukan lebih banyak penelitian untuk lebih memahami varian Mu dan penyebarannya.

Baca juga: Kemenag Terbitkan Panduan Pembelajaran Tatap Muka di Madrasah dan Pesantren 

Terkait penularannya, otoritas kesehatan di Inggris mencatat varian Mu tidak menyebar sangat cepat dan tak lebih menular daripada varian delta. Tetapi varian Mu punya kemampuan menghindari kekebalan yang diinduksi vaksin.

Selain varian Mu, WHO saat ini juga memantau empat VOI lainnya yakni Eta, Iota, Kappa, dan Lambda serta empat variant of concern (VOC) yaitu Alfa, Beta, Gamma, dan Delta.

Ilustrasi pandemi covid-19. (Foto: Shutterstock)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini