Mengenal Penyakit Tifus Scrub serta Penyebabnya

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 03 September 2021 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 03 481 2465792 mengenal-penyakit-tifus-scrub-serta-penyebabnya-ygKmKRYALW.jpg Ilustrasi pasien menderita penyakit tifus scrub. (Foto: Shutterstock)

BEBERAPA waktu lalu di India dilaporkan ditemukannya kasus penyakit tifus scrub. Penyebabnya adalah bakteri Orientia tsutsugamushi. Kemudian biasanya ditemukan di wilayah perdesaan Asia Tenggara, China, Jepang, India, serta Australia Utara. Lantas, seperti apa penyakit tifus scrub?

Dikutip dari Antara, Jumat (3/9/2021), tifus scrub dikenal juga sebagai penyakit tsutsugamushi dan tifus semak. Tungau trombikulid merupakan pembawa penyakit ini. Penyakit tifus scrub pertama kali ditemukan di China pada tahun 313 masehi.

Tifus scrub juga menjadi masalah bagi pasukan Amerika Serikat yang ditempatkan di Jepang setelah Perang Dunia II. Saat itu tifus scrub dikenal sebagai demam Shichit oleh para pasukan AS yang ditempatkan di Kepulauan Izu Seven atau demam Hatsuka. Sedangkan pada zaman modern, tifus scrub pertama kali dilaporkan di Cile pada 2006.

Baca juga: Tips Kurangi Asupan Garam: Pilih Makanan Kuah Bening, Jangan yang Bersantan 

Ilustrasi penyakit tifus scrub. (Foto: Shutterstock)

Penyebab Tifus Scrub

Bakteri Orientia tsutsugamushi adalah penyebab penyakit tifus scrub. Bakteri tersebut kemudian dibawa oleh tungau atau hewan pengerat yang memakan darah dari seseorang yang terinfeksi. Demikian dilaporkan laman Boldsky.

Seseorang dapat terinfeksi tifus scrub dengan cara yang berbeda, seperti tidur di atas seprai yang dipenuhi tungau, melalui lubang kecil di kulit (luka) dan juga kotoran tungau.

Gejala dari penyakit ini akan terlihat dalam 10 hari pertama setelah digigit. Gejalanya lebih berat dari dua jenis tifus lainnya dan bisa berakibat fatal bagi orang yang menderita penyakit parah seperti mengakibatkan pendarahan dan gagal organ.

Baca juga: Benarkah Covid-19 Varian Mu Kebal Vaksin? 

Beberapa gejala umum dari tifus scrub adalah ruam, pembesaran kelenjar getah bening, kebingungan, nyeri tubuh dan otot, demam dan menggigil, sakit kepala parah, luka pada daerah yang digigit, serta dalam beberapa kasus terparah bisa menyebabkan koma.

Tifus scrub bisa menyerang siapa saja, khususnya yang tinggal atau bepergian ke daerah di mana penyakit ini mudah ditemukan. Di setiap daerah yang terinfeksi tifus scrub, aktivitas bertani dan berkebun serta kebiasaan tidak mengganti pakaian setelah bekerja, memiliki risiko yang lebih tinggi untuk tertular.

Tifus scrub juga bisa menyebabkan kasus komplikasi. Pada kasus yang parah dan tanpa pengobatan, tifus ini dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia interstisial, edema paru, gagal jantung kongestif, kolaps sirkulasi serta tanda dan gejala disfungsi sistem saraf pusat termasuk delirium, kebingungan, dan kejang.

Cara Diagnosis

Jika Anda mencurigai adanya tifus, segera memeriksakan diri ke dokter agar dilakukan tes. Memberikan riwayat kesehatan Anda sangatlah penting, karena dapat membantu dokter menganalisis kondisi dengan mudah.

Sebaiknya beri tahu juga kondisi kehidupan Anda, seperti tinggal di lingkungan yang ramai, ada wabah tifus atau baru pulang dari bepergian. Selain itu, diagnosis tifus agak rumit dan sulit karena memiliki gejala yang mirip dengan malaria, brucellosis, dan demam berdarah.

Baca juga: Berbagai Manfaat Yogurt untuk Kesehatan, Apa Saja? 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini