Waspada Penyakit Tifus Scrub, Ketahui Cara Pencegahannya

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 03 September 2021 21:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 03 481 2465820 waspada-penyakit-tifus-scrub-ketahui-cara-pencegahannya-4c2x4QIQIJ.jpg Ilustrasi penyakit tifus scrub. (Foto: Shutterstock)

PUBLIK dunia dihebohkan ditemukannya kasus penyakit tifus scrub beberapa waktu lalu di India. Penyakit ini penyebabnya adalah bakteri Orientia tsutsugamushi.

Seperti dinukil dari Antara, Jumat (3/9/2021), tifus scrub dikenal juga sebagai penyakit tsutsugamushi dan tifus semak. Tungau trombikulid merupakan pembawa penyakit ini. Penyakit tifus scrub pertama kali ditemukan di China pada tahun 313 masehi.

Baca juga: Mengenal Penyakit Tifus Scrub serta Penyebabnya 

Pengobatan Tifus Scrub

Tidak ada cara khusus untuk mencegah wabah dan terjadinya tifus. Meskipun vaksin untuk epidemi tifus telah dikembangkan selama Perang Dunia II, penurunan jumlah kasus tifus mengakibatkan penghentian pembuatan vaksin.

Saat ini antibiotik digunakan untuk pengobatan, dan aplikasinya bervariasi sesuai dengan individu yang terkena. Antibiotik paling efektif jika diberikan segera setelah gejala dimulai.

Ilustrasi penyakit tifus scrub. (Foto: Shutterstock)

Tifus scrub harus diobati dengan doksisiklin dan dapat diberikan untuk segala usia. Doksisiklin atau doxycycline adalah pengobatan yang paling banyak ditawarkan dan dapat menyembuhkan dalam waktu yang singkat.

Kloramfenikol banyak digunakan pada seseorang yang tidak hamil atau menyusui. Ini sebagian besar berlaku untuk tifus epidemi. Selain itu, Ciprofloxacin yang diberikan kepada seseorang yang tidak dapat menerima antibiotik doksisiklin.

Baca juga: Tips Kurangi Asupan Garam: Pilih Makanan Kuah Bening, Jangan yang Bersantan 

Pencegahan Tifus Scrub

Dikutip dari laman Boldsky, tidak ada vaksin untuk mengobati tifus scrub, namun ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya penyakit tifus scrub. Salah satu cara pencegahan yang paling mudah adalah dengan menghindari berkembang biaknya hama dan kutu yang menyebarkan penyakit tersebut.

Selalu menjaga kebersihan pribadi, hindari bepergian ke daerah padat penduduk dengan kualitas kebersihan yang rendah serta gunakan obat nyamuk.

Dalam kasus darurat yang ekstrem, konsumsi kemoprofilaksis dengan doksisiklin sebagai tindakan pencegahan. Tutupi diri Anda saat bepergian ke daerah bervegetasi, gunakan permetrin, gunakan sepatu bot dan perlengkapan berkemah.

Apakah Tifus Mematikan?

Sebelum abad ke-20, telah ada laporan kematian akibat tifus, terutama tifus epidemik. Ketika seseorang menjadi makin sadar untuk menjaga kebersihan, semakin sedikit kematian yang dilaporkan di era saat ini.

Tifus endemik jarang mematikan, bahkan jika orang yang terkena tidak menjalani pengobatan apa pun. Anak-anak yang terdiagnosis tifus kebanyakan sembuh. Hanya 4 persen kematian yang dilaporkan dalam kasus tifus endemik.

Baca juga: Benarkah Covid-19 Varian Mu Kebal Vaksin? 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini