Share

Belajar dari Covid-19, Pfizer Kembangkan Vaksin Penyakit Penapasan RSV

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 03 September 2021 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 03 612 2465772 belajar-dari-covid-19-pfizer-kembangkan-vaksin-penyakit-penapasan-rsv-7hbK62QZma.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PANDEMI memang memberikan gambaran betapa penyakit pernapasan sangat berbahaya. Selain itu, adanya pandemi juga memaksa masyarakat untuk hidup lebih sehat dan higienis.

Oleh karena itu, perusahaan farmasi Pfizer diketahui juga mengembangkan vaksin untuk penyakit infeksi pernapasan yang juga sangat menular lainnya, contohnya respiratory syncytial virus (RSV).

Seperti dilapor Fox News, Jumat (3/9/2021) pada Kamis 2 September kemarin Pfizer baru saja mengumumkan bahwa pengembangan vaksin RSV tersebut kini telah memasuki uji coba tahap terakhir.

Uji coba klinis tahap terakhir yang digelar Pfizer untuk kelompok orang usia dewasa ini, diketahui bertepatan dengan hampir dua pekan pasca diterbitkannya izin penggunaan vaksin Covid-19 buatan Pfizer dari Food Drug Administration (FDA).

Tahap fase 3 ini memicu Pfizer untuk memulai RENOIR yakni studi kemanjuran vaksin RSV pada orang dewasa yang lebih tua yang diimunisasi terhadap penyakit RSV. Studi tersebut bertujuan untuk mengevaluasi kemanjuran, imunogenisitas, dan keamanan dosis tunggal kandidat vaksin virus pernapasan pada orang dewasa berusia 60 tahun atau lebih tua.

Dari keterangan Pfizer, studi RENOIR diperkirakan akan digelar dengan menguji kurang lebih sebanyak 30.000 orang peserta secara global, yang di atas 60 tahun.

Sama-sama menyerang pernapasan, RSV sendiri selama ini sering disalahartikan sebagai Covid-19 karena ada kesamaan gejala. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) penyakit infeksi pernapasan RSV ini biasanya dialami sebagian besar anak-anak kemungkinan pada usia 2 tahun.

Jika kebanyakan orang dewasa bisa sembuh dalam satu hingga dua minggu, infeksi RSV disebutkan bisa berbahaya bagi bayi dan orang tua.

Dari catatan Pfizer sekitar 177.000 orang dewasa berusia di atas usia 65 tahun tertular RSV dan ada sekitar 14.000 dari kasus tersebut yang berakibat fatal, membuat vaksin menjadi lebih penting mengingat betapa besar bahaya infeksi pernapasan satu ini pada kelompok usia bayi dan orang lanjut usia.

Untuk anak di bawah satu tahun, RSV diketahui jadi penyebab paling umum dari penyakit bronkiolitis dan pneumonia. Gejala RSV biasanya datang secara bertahap dan memang mirip dengan infeksi Covid-19, mulai dari pilek, penurunan nafsu makan, batuk, bersin, demam dan meriang.

“RSV adalah penyebab signifikan penyakit pernapasan parah pada orang dewasa yang berusia lebih tua, dan bisa menyebabkan kecacatan dan kematian. Ada kebutuhan medis penting yang belum terpenuhi untuk vaksin efektif yang dapat membantu melindungi orang dewasa yang lebih tua dari penyakit yang sangat menular ini,” ujar Dr. Kathrin U. Jansen, wakil presiden senior dan kepala penelitian dan pengembangan vaksin Pfizer.

Mengingat betapa penting alias krusialnya vaksin RSV ini, Dr. Kathrin menambahkan gelaran uji coba klinis fase 3 vaksin RSV ini jadi langkah yang sangat penting dalam upaya melawan penyakit RSV.

"Start studi Fase 3 ini merupakan langkah maju yang penting menuju tujuan imunisasi komprehensif kami terhadap penyakit RSV, yang mencakup pengembangan vaksin pertama yang potensial untuk bisa membantu mencegah penyakit RSV pada orang dewasa. Serta upaya berkelanjutan untuk membantu melindungi bayi melalui imunisasi maternal (ibu)," pungkas Dr. Kathrin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini