Stunting Terbukti Buat IQ Anak Jadi Rendah Loh

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 04 September 2021 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 04 612 2466124 stunting-terbukti-buat-iq-anak-jadi-rendah-loh-TFrtbp3iwV.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

COVID-19 diklaim akan berdampak pada kecerdasan intelektual (IQ) bayi yang lahir di masa pandemi. Bukan karena virus Covid-19 yang menyerang ibu hamil, tapi karena tekanan selama di rumah.

Para ilmuwan menganalisis kinerja kognitif dari 672 anak yang lahir di Rhode Island; sebanyak 188 di antaranya lahir di tengah pandemi Covid-19 (setelah Juli 2020); 308 bayi lahir sebelum pandemi (sebelum Januari 2019); dan 176 bayi lainnya lahir di awal pandemi (antara Januari 2019 hingga Maret 2020).

Penulis utama studi sekaligus profesor penelitian pediatrik Brown University Sean Deoni menyatakan anak-anak yang lahir selama pandemi Covid-19 memiliki IQ yang jauh lebih rendah daripada mereka yang lahir di tahun sebelumnya.

Anak-Anak

Salah satu sumber penyebab dari masalah ini, kata Prof Deoni, adalah kondisi pandemi yang mengharuskan orang-orang menghabiskan begitu banyak waktu di dalam rumah dengan orangtua yang kewalahan selama setahun terakhir. Ini pun akan meninggalkan bekas yang buruk pada kesehatan mental si anak.

Tapi selain pandemi, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan stunting juga terbukti memengaruhi kualitas IQ anak.

"Akibat dari stunting itu salah satunya tidak bisa mencapai optimal dari kemampuan yang sesungguhnya baik fisik (tinggi badan) maupun kemampuan intelektual anak," paparnya dalam webinar.

Karena memiliki dampak buruk, stunting menjadi salah satu prioritas masalah yang terus dikejar perbaikannya oleh lembaga tersebut. "Maka betul sekali bahwa adanya risiko IQ rendah akibat stunting menjadi alasan penting stunting harus turun," sambung Hasto.

Terlebih, Indonesia memiliki mimpi yang sangat mulia untuk para penerus bangsa yaitu memastikan mereka menjadi manusia yang unggul. Untuk bisa mencapai mimpi tersebut, kata Hasto, perlu dicegah yang namanya bayi lahir stunting.

Beberapa upaya sudah dikerjakan, salah satunya terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya status kesehatan yang baik sebelum pernikahan maupun kehamilan. Dapur sehat, sebuah program untuk mengedukasi masyarakat supaya lebih paham mengenai gizi baik dan seimbang pun diberikan untuk masyarakat.

"Kami beserta lembaga lain termasuk kementerian maupun pemerintah daerah bahkan desa terus mengupayakan agar generasi penerus bangsa lahir berkualitas," tambah Hasto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini