Mengenal Booty Bump, Teknik Nyabu lewat Lubang Anal yang Dilakukan Coki Pardede

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 04 September 2021 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 04 612 2466194 mengenal-booty-bump-teknik-nyabu-lewat-lubang-anal-yang-dilakukan-coki-pardede-u3ng8bBozJ.jpeg Coki Pardede. (Foto: Youtube)

KOMIKA Coki Pardede tertangkap menggunakan Narkoba. Pemilik nama Reza Pardede ini ditangkap bersama seorang teman prianya.

Namun dari pernyataan polisi, temannya tersebut tidak menggunakan Narkoba. Tapi yang lebih mengejutkan lagi adalah cara Coki menggunakan Narkoba adalah melalui suntik dubur.

Sabu dengan metode suntik dubur mungkin sangat jarang terjadi di Indonesia tapi di luar negeri, hal ini lazim dilakukan. Sensasi berbeda yang menjadi alasan pemilik nama asli Reza Pardede melakukan hal aneh tersebut.

"Dia merasakan kenikmatan yang berbeda. Kan dia juga sudah merasakan yang dibakar, kemudian disuntik. Kenikmatannya lebih nendang," kata Pratomo di Polres Metro Tangerang Kota, belum lama ini.

Metode detailnya pun dijabarkan. Jadi, menurut penuturan Coki Pardede ke pihak polisi, sabu yang sudah dilarutkan, disuntik ke dubur lalu disemprot. Cara ini katanya dipelajari Coki lewat Youtube.

Dalam dunia medis, apa yang dilakukan Coki Pardede disebut dengan Booty Bump atau boofing, suatu metode mengonsumsi narkoba, biasanya sabu, heroin, atau kokain melalui bokong.

Seperti yang dilaporkan Coki Pardede bahwa metode ini memberikan sensasi berbeda dan memang begitu faktanya. Menurut laporan Healthline, metode booty bump dikatakan menghasilkan efek 'high' yang lebih terasa di badan.

"Bahkan, pada beberapa orang membuat mereka bergairah," terang laporan tersebut, dikutip MNC Portal pada Sabtu (4/9/2021).

Namun, ada efek yang tidak nyaman ketika pemakai narkoba menggunakan metode ini yaitu iritasi atau rasa sakit di daerah dubur ketika jarum suntik tidak dilumasi dengan benar terlebih dulu.

Mereka yang melakukan metode mengonsumsi narkoba lewat dubur sangat riskan mengalami infeksi lubang anus. Hal ini berkaitan dengan teknik yang langsung menyasar lubang anus yang sangat sensitif.

"Lubang anus bisa tidak sengaja robek jaringan internalnya dan ini berbahaya sekali, bahkan bisa menyebabkan pendarahan," ungkap laporan dari San Francisco AIDS Foundation. Jika itu terjadi, risiko paling tinggi tentu saja HIV, hepatitis C, dan limfogranuloma venereum terkait klamidia.

Pada kasus overdosis, metode ini memungkinkan pelaku mengalami perlambatan pernapasan sampai menyebabkan kematian. Risiko overdosis meningkat jika pelaku mencampur beberapa obat tambahan. Lalu, pengguna awam atau mereka yang baru pertama kali menjajal metode ini juga sangat berisiko.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini