Takut Efek Sampingnya, Kemenkes Inggris Larang Anak 12-15 Tahun Disuntik Vaksin Pfizer

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 04 September 2021 20:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 04 612 2466203 takut-efek-sampingnya-kemenkes-inggris-larang-anak-12-15-tahun-disuntik-vaksin-pfizer-vx2V3HQtzr.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

PEMERINTAH memang mendorong agar vaksinasi Covid-19 dilakukan pada anak-anak di atas 12 tahun. Adapun vaksin yang digunakan untuk anak-anak di atas 12 tahun adalah vaksin buatan Sinovac.

Kebijakan ini juga dilakukan di berbagai negara, termasuk China menggunakan vaksin yang sama. Tapi, menteri Inggris meminta pejabat kesehatan meninjau kembali pedoman yang telah dibuat dengan mempertimbangkan kemungkinan masalah yang dapat muncul saat sekolah dimulai.

Menurut laporan Fox News, keputusan agar anak-anak yang sehat tidak menerima suntikan karena adanya kekhawatiran atas efek samping jangka panjang dari vaksin Pfizer. Pasalnya, salah satu efek samping yang bisa terjadi adalah peradangan jantung.

"Margin manfaat vaksin dianggap terlalu kecil untuk mendukung vaksinasi Covid-19 universal untuk kelompok usia ini sekarang," kata Wei Shen Lim, ketua imunisasi Covid-19 untuk Joint Committee on Vaccination and Immunization (JCVI).

"Untuk sekarang, komite memastikan akan terus memantau data keamanan setelah data sudah lengkap," lanjutnya.

Informasi dari The Telegraph menerangkan bahwa pemerintah Inggris sendiri sejatinya sudah mengeluarkan kebijakan untuk memperluas cakupan vaksinasi Covid-19, yaitu untuk anak-anak dengan kondisi jantung, paru-paru, dan hati kronis.

Sebelumnya ada 200.000 anak yang terdata, sebelumnya kelompok ini dinyatakan tidak layak. "Alasan kami memutuskan untuk memvaksinasi anak-anak dua dosis adalah karena kami melihat manfaat kesehatan bagi anak-anak itu sendiri," ungkap Anthony Harnden, wakil ketua JCVI.

"Ini masalah kesehatan mental yang sangat serius. Jadi, ketika si anak ini terpapar Covid-19, dia bisa menyebarkannya ke orangtua atau nenek-kakek mereka yang tinggal serumah, yang kekebalannya mungkin rentan, dan ini akan membahayakan mereka semua," katanya.

Menurutnya, dengan vaksinasi tersebut maka akan memberikan anak-anak perlindungan agar tidak menjadi penyebar virus ke orangtua atau kakek-nenek. "Jika itu terjadi, akan sangat menghantui anak-anak selama sisa hidup mereka," tambah Harnden.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini