Tambahan Toping Jadi Tren Kuliner Kekinian

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Senin 06 September 2021 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 06 298 2466955 tambahan-toping-jadi-tren-kuliner-kekinian-shmxynvi8S.jpg Ilustrasi. (Foto: Dailymeal)

SELAMA pandemi, seseorang jadi semakin suka ngemil. Seiiring dengan itu, tren kuliner kekinian juga meningkat.

Survei Mondelez International The State of Snacking 2020 menyebutkan, 60 persen masyarakat hobi ngemil. Selain itu, terungkap juga bahwa 77 persen responden mencari menu kuliner baru atau kekinian selama pandemi. Juga 54 persen lainnya mengaku mendapatkan ide makanannya dari media sosial. 

camilan

Dituturkan Chef dan Pegiat UMKM Kuliner Fatmah Bahalwan, tak heran kalau banyak orang mencari kuliner kekinian. Karena deretan makanan baru ini punya cita rasa menarik, penampilan lebih enak sehingga sukses banyak orang ingin coba terutama ada media sosial.

"Kita sering melihat tren kuliner ini pilihan orang berdasarkan dari tampilan di Instagram, TikTok atau Facebook yang membuat banyak orang pengen coba," ujarnya saat webinar, baru-baru ini. 

Sering kali, kata Fatmah, bahan makanannya sangat biasa. Semua orang juga tahu basic makanannya, misalnya kue pancong, kue cubit, dessert box, waffle dan lainnya.

Menjadi kekinian, karena ditambahkan topping-topping lezat. Seperti keju, remahan cookies, serta cokelat batang bercita rasa lezat.

"Dengan menambahkan toping itu, makanan lebih menarik. Bahan makanan biasa saja menjadi istimewa dan orang jadi ingin cobain, misal ditambahin keju di atas kue pancong, kue pancong yang tadinya biasa saja, jadi menarik," lanjutnya.

Diungkapkan Khrisma Fitriasari dari Mondelez Indonesia, di media sosial pun banyak resep-resep kuliner viral walaupun bahannya simpel. Dari surveinya, ternyata hal-hal seperti ini paling banyak dicari.

"Di media sosial kami juga lihat di masa pandemi ini viral resep kuliner kekinian dari masyarakat itu menggunakan produk yang banyak dipakai, misal keju, cookies crumb dan cokelat," terang dia.

Menurutnya, ketertarikan seseorang ingin mencicipi kuliner kekinian ini bisa jadi ide bisnis. Bahkan tadinya cuma makanan tradisional, berubah jadi istimewa.

"Sepertinya ada peluang tren kekinian ini untuk dijual dan harga makanan itu lebih tinggi dan lebih banyak," tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini