Studi: Penderita Covid-19 Bisa Alami Serangan Jantung Setelah Sembuh

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 06 September 2021 09:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 06 481 2466721 studi-penderita-covid-19-bisa-alami-serangan-jantung-setelah-sembuh-ktc1idJST5.jpg Ilustrasi penyintas covid-19 mengalami serangan jantung. (Foto: Jcomp/Freepik)

BEBERAPA penderita covid-19 melaporkan kejadian buruk setelah sembuh, salah satunya serangan jantung. Apakah ini dampak dari serangan virus corona sebelumnya atau memang penyintas sudah memiliki faktor risiko untuk mengalami serangan jantung?

Dikutip dari laman Times of India, Senin (6/9/2021), dilaporkan bahwa dua penyintas covid-19 mengalami serangan jantung usai sembuh beberapa hari. Padahal, menurut penuturannya mereka menjalani pola hidup sehat.

Masing-masing adalah Priyansh Rai (35) yang mengalami serangan jantung pertamanya beberapa pekan setelah sembuh dari covid-19 pada Mei lalu. Kemudian ada Rehana Kapoor (47) yang juga mengeluhkan serangan jantung diawali dengan nyeri dada hebat.

Baca juga: 8 Minyak Ini Ternyata Baik untuk Tubuh, Bisa Tingkatkan Kesehatan Jantung 

Bagaimana Dunia Medis Melihat Fenomena Ini?

Sebuah studi yang dilakukan di Oxford ternyata mengungkapkan bahwa memang ada hubungan antara covid-19 dengan peningkatan risiko serangan jantung.

"Lebih dari 50 persen atau 5 dari setiap 10 pasien covid-19 dengan infeksi parah memiliki peluang atau risiko tinggi serangan jantung pada beberapa hari atau minggu pasca-sembuh," terang studi tersebut.

Dalam beberapa kasus telah dibuktikan juga melalui beberapa studi bahwa mereka yang sama sekali tidak memiliki faktor risiko masalah kesehatan jantung, ketika terinfeksi covid-19, risikonya meningkat.

Ilustrasi covid-19. (Foto: Kjpargeter/Freepik)

Lantas, bagaimana dokter menilai adanya hubungan antara covid-19 dengan masalah jantung?

Perlu diketahui bahwa virus SARS-CoV2 itu menyebabkan peradangan dalam tubuh dan dapat menjadi masalah serius setelahnya. Bukan hanya paru-paru kerusakan yang diakibatkan virus tersebut, tetapi juga bisa sampai ke otak. Bahkan, penelitian besar-besaran telah menyoroti betapa seriusnya virus ini terhadap kesehatan tubuh.

Nah, jantung pun menjadi sasaran lain dari infeksi virus corona ini. Alasan utamanya ialah peradangan yang meluas dan kerusakan miokard.

Baca juga: 5 Olahraga Favorit Artis-Artis Cantik Tanah Air, Bisa Cegah Covid-19 Lho 

Dokter Anil Kumar R, konsultan senior ahli jantung dari Aster Center of Excellence di Cardiac Sciences, Aster Medcity, Kochi, India, menerangkan bahwa peradangan ekstrem yang disebabkan oleh virus dapat menyebabkan masalah selama infeksi covid-19 terjadi peradangan akut di pembuluh darah.

"Pembekuan darah ini yang menyebabkan kerusakan dan mengakibatkan masalah jantung. Risiko penyakit jantung pun kami rasa meningkat pada pasien covid-19 karena peradangan di tubuh mereka meningkat pesat, terlebih beberapa pasien mengalami masalah jantung di saat-saat kritis," terang dr Kumar.

Ia menambahkan, "Sebagian besar kasus serangan jantung pada pasien maupun penyintas covid-19 itu muncul pada bulan pertama atau setelah pulih."

Parahnya ketika si pasien covid-19 memang sudah memiliki komorbid masalah jantung sebelumnya, karena ini membuat mereka rentan terhadap komplikasi covid-19.

"Virus itu sendiri dapat menyebabkan banyak masalah seperti kerusakan pembuluh darah dan keracunan virus yang memicu penyakit dan melemahkan otot-otot jantung. Ini membuat infeksi covid-19 menjadi parah dan semakin mengancam," papar dr Sanjay Mittal, senior Director-Clinical Cardiology and Research at Medanta, The Medicity, India.

Baca juga: 6 Manfaat Kacang Hitam untuk Kesehatan Tubuh, Yuk Masukkan ke Menu Harian 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Dari beberapa laporan medis dari penyintas covid-19 yang melaporkan serangan jantung, dokter coba merangkumkan beberapa gejala yang perlu diwaspadai agar para penyintas dapat mengenali tanda-tanda peringatan dan segera melapor ke dokter jika dirasa perlu.

Berikut ini beberapa gejalanya:

1. Nyeri dada tiba-tiba.

2. Berkeringat, nyeri di sekitar bahu atau rahang.

3. Aritmia atau detak jantung tidak teratur dan tidak menentu.

4. Jantung berdebar tiba-tiba.

5. Pembekuan darah.

"Statistik juga menunjukkan bahwa kasus yang berkaitan dengan meningkatkan risiko serangan jantung atau gagal jantung pada penyintas covid-19 itu terlihat pada 3 bulan pertama pasca-sembuh. Jadi, mulai perhatikan semua tanda-tanda yang muncul untuk mengurangi risiko keparahan," jelas laporan tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini