Share

7 Fakta Varian Mu, Lebih Berbahaya dari Varian Delta?

Muhammad Sukardi, Okezone · Senin 06 September 2021 19:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 06 612 2466974 7-fakta-varian-mu-lebih-berbahaya-dari-varian-delta-x3bI8Y1syN.jpg Ilustrasi Varian Mu. (Foto: Shutterstock)

VIRUS Covid-19 kembali bermutasi menjadi Varian Mu, setelah varian Delta dan Delta Plus. Kabar tentang varian ini pun masih simpang siur, lantaran baru ditemukan pada awal tahun ini.

Berbeda dengan varian Delta dan Delta Plus yang menurunkan efikasi vaksin, varian Mu dikabarkan memiliki kekebalan dari vaksin. Hanya saja, kebenaran ini masih perlu penelitian lebih lanjut. Nah, berikut ada sederet fakta-fakta seputar varian Mu, seperti dilansir dari Livescience.

Memiliki kode B.1.621

Jika varian delta memiliki label Pango B.1.617.2 dan Delta Plus B.1.617.2.1, maka varian mu memiliki label B.1.621. Para ahli menyimpulkan varian Covid-19 B.1.621 adalah keturunan dari varian B.1.

Anggota dari garis keturunan varian ini memiliki sisipan 146N, bersama dengan beberapa substitusi seperti I95I, 144T, dan Y145S dan semuanya berada pada domain terminal-N; R346K, E484K, N501Y (ketiganya di domain pengikatan reseptor, RBD); dan P681H.

Terdeksi Pertama Kali di Kolombia

Laporan dari News Medical menyebut virus tersebut beredar pada Maret hingga April 2021 lalu. Tapi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut varian ini sudah ada sejak Januari 2021. Meskipun informasih tersebut masih simpang siur, tapi semua informasi menyebut Kolombia sebagai negara asal varian Mu.

Varian Mu

(Ilustrasi Varian Mu/Foto: Shutterstock)

Kebal Vaksin

WHO mengklasifikasikannya sebagai variant of interest (VOI). Menurut WHO, varian mu memiliki konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan vaksin. Label VOI, berarti prevalensi varian tersebut meningkat di beberapa area dan mutasi ini cenderung mempengaruhi karakteristik virus.

Ahli penyakit menular dari Mater Health Services dan University of Queensland, Paul Griffin, mengatakan bahwa protein yang berubah di virus pastinya akan memengaruhi vaksin. "Jika lonjakan protein lonjakan itu berubah secara signifikan, maka pasti ada potensi vaksin kami bekerja kurang baik," kata Griffin

Terdeteksi di 39 Negara

Sejauh ini, varian mu telah terdeteksi di 39 negara, termasuk di Amerika Selatan, Eropa dan Amerika Serikat. Sebuah studi dari University of Miami mendeteksi varian ini pada 9 persen kasus di Jackson Memorial Health System di Miami, menurut Medpage Today. Bahkan, dikabarkan varian ini sudah mencapai Jepang.

Belum Banyak Tersebar

Meskipun demikian, varian mu hanya memberikan kontribusi 0,1 persen dari semua kasus Covid-19 di seluruh dunia. Tapi di tempat awalnya, Kolombia, varian mu menyumbang 39 persen dan 13 persen di Ekuador, dan telah meningkat prevalensinya di area tersebut. WHO pun menyatakan masih memerlukan lebih banyak penelitian untuk lebih memahami varian mu dan penyebarannya.

Tidak Segalak Varian Delta

Otoritas kesehatan di Inggris mencatat, meskipun ada potensi kebal vaksin, tapi varian ini tidak menyebar sangat cepat dan tak lebih menular daripada varian delta. WHO pun masih memantau empat VOI lainnya yakni eta, iota, kappa dan lambda serta empat variant of concern (VOC) yaitu alfa, beta, gamma dan delta.

 

Masuk daftar Pengawasan Indonesia

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah akan terus berusaha mengawasi mobilitas dalam dan luar negeri terkait dengan adanya varian baru tersebut.

“Walaupun saat ini kondisi cenderung normal dan pembukaan beberapa sektor juga secara gradual dilakukan, pemerintah terus berusaha menguasai mobilitas dalam dan luar negeri dengan penuh kehati-hatian,” kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini