Vaksin Sinovac 98% Cegah Covid-19, Masih Perlukah Booster?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 07 September 2021 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 07 481 2467559 vaksin-sinovac-98-cegah-covid-19-masih-perlukah-booster-J2jwyYpBx5.jpg Penyuntikan Vaksin Sinovac. (Foto: Okezone)

VAKSIN dosis ketiga atau booster menjadi pembahasan yang cukup ramai. Terlebih lagi untuk penerima Vaksin Sinovac yang disebut kekuatan antibodinya akan mulai melemah setelah 6 bulan disuntik dosis kedua.

Meski demikian, informasi mengenai menurunnya kekuatan Vaksin Sinovac setelah 6 bulan pasca-suntikan dosis kedua masih lemah secara peneliti. Terlebih lagi, Badan Kesehatan Dunia (WHO) masih merekomendasikan vaksin buatan China tersebut karena efikasinya yang baik.

Namun yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah memang penerima Vaksin Sinovac benar-benar membutuhkan booster atau dosis ketiga?

Baca juga: Terluka Kena Pisau Cukur, Ini Cara Mudah Mengobatinya 

Anggota Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Profesor Soedjatmiko menerangkan bahwa untuk menilai apakah suatu vaksin efektif atau tidak terhadap varian virus, maka yang menjadi acuan buka mengukur antibodi yang dihasilkan tubuh usai menerima suntikan vaksin, melainkan mengukur efektivitas dari vaksin itu sendiri.

"Jadi, efektivitas vaksin ini yang lebih penting. Apakah memang vaksin ini memberi manfaat baik untuk penerimanya atau tidak ya berdasar data perbandingan antara penerima dengan yang tidak disuntik vaksin," paparnya dalam webinar, Selasa (7/9/2021).

Vaksin Sinovac. (Foto: BNPB)

Salah satu data acuan yang bisa dipakai juga adalah angka kematian pasca-vaksinasi. "Ya, penerima vaksin masih bisa tetap terpapar dan meninggal dunia karena perlindungan vaksin tidak 100 persen dan itu kenapa protokol kesehatan harus tetap dijalankan meski sudah divaksin," tegasnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan Prof Soedjatmiko, sejak Maret hingga Juni 2021 diketahui bahwa 91 ribu orang menerima Vaksin Sinovac. Dari jumlah tersebut, orang yang meninggal dunia hanya 2 persen.

Baca juga: Mengenal Pegagan si Tanaman Panjang Umur Beserta Manfaatnya untuk Kesehatan 

"Artinya, 98 persen orang yang mendapat suntikan Vaksin Sinovac terlindungi dari kematian akibat covid-19. Lalu, 96 persen orang yang menerima vaksin Sinovac juga tidak sampai dirawat di rumah sakit," tambah Prof Soedjatmiko.

"Jadi untuk masyarakat yang menerima suntikan Vaksin Sinovac tidak perlu terlalu khawatir, terlebih jika Anda tidak berhadapan dengan virus setiap hari, beda dengan nakes. Dua dosis Vaksin Sinovac insya Allah masih cukup aman," ungkapnya.

Meski begitu, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan evaluasi vaksinasi untuk melihat bagaimana perkembangan data real-world sehingga akan menentukan bagaimana dosis booster akan diberikan di kemudian hari jika pandemi memang belum juga usai dalam waktu dekat.

Baca juga: Indonesia Terima 5 Juta Dosis Vaksin Sinovac 

"Hal ini sama saja seperti vaksin influenza yang perlu pengulangan vaksinasi per tahun sekali, atau vaksin tifoid per 3 tahun sekali," katanya.

"Untuk itu yang terpenting sekarang adalah memastikan agar virus tidak masuk ke tubuh Anda lewat lubang mata, hidung, dan mulut. Jika itu virus tidak masuk ke tubuh dan hanya ada di alam terbuka ya kekuatan vaksin akan terus terjaga dan varian virus tak terjadi," tuntasnya.

Vaksinasi covid-19. (Foto: Okezone)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini