Tidak Makan dan Minum, Berapa Lama Tubuh Bisa Bertahan?

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 07 September 2021 16:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 07 481 2467574 tidak-makan-dan-minum-berapa-lama-tubuh-bisa-bertahan-1jVsRzNEK3.jpg Ilustrasi tidak makan dan minum. (Foto: Katemangostar/Freepik)

TUBUH manusia diketahui bisa bertahan tanpa makan dan minum. Namun yang menjadi pertanyaan, berapa lama? Apakah sanggup seharian penuh, atau bahkan lebih dari itu?

Dikutip dari Antara, Selasa (7/9/2021), tubuh manusia dapat bertahan hidup berminggu-minggu tanpa makanan, tetapi kebanyakan orang hanya dapat bertahan 2–4 hari tanpa minuman. Demikian diungkapkan pakar bedah bariatrik sekaligus direktur medis di MemorialCare Surgical Weight Loss Center di Orange Coast Medical Center, Mir Ali MD.

Baca juga: Vaksin Sinovac 98% Cegah Covid-19, Masih Perlukah Booster? 

Sementara menurut pendiri Health Media Experts, Andrea Paul MD, mengenai berapa lama seseorang dapat bertahan hidup tanpa makanan tergantung pada berbagai faktor termasuk jenis kelamin, komposisi tubuh, makanan dan minuman yang dikonsumsi, serta lingkungan sekitar.

Orang dengan cadangan lemak lebih banyak dapat bertahan lebih lama karena tubuh dapat membakar lemak yang disimpan untuk bahan bakar pada saat kelaparan ekstrem. Terlebih lagi, bila dia memiliki akses ke air tetapi tidak memiliki makanan, maka mungkin dapat bertahan hingga 2 bulan.

Ilustrasi tidak makan dan minum. (Foto: Foodandnutrition/Unsplash)

Secara umum, individu yang sehat dan kurus bisa mengalami kelaparan yang parah ketika kehilangan 18 persen dari berat badannya atau mencapai indeks massa tubuh (IMT) kurang dari 16,5 (sangat kurus).

Dari sisi jenis kelamin, wanita dapat menahan kelaparan lebih lama daripada pria dan bertahan pada IMT yang lebih rendah. Ini mungkin karena mereka secara alami memiliki persentase lemak tubuh yang lebih tinggi. Tubuh cenderung menggunakan lemak ketimbang otot sebagai energi selama kelaparan.

Baca juga: Terluka Kena Pisau Cukur, Ini Cara Mudah Mengobatinya 

Efek Lapar pada Tubuh

Ketika kekurangan makanan, tubuh mengalami tahap kelaparan karena tidak ada lagi kalori untuk fungsi organ. Menurut Andrea Paul, tubuh akan coba memecah jaringan dan menggunakan nutrisi yang tersimpan untuk mempertahankan kehidupan selama mungkin.

Caranya dengan memanfaatkan glukosa apa pun yang tersisa. Dalam beberapa jam pertama, targetnya glukosa dalam darah Anda. Setelah itu, glikogen yang membutuhkan waktu sekitar 24 jam untuk habis.

Di sisi lain, tubuh harus melakukan ketosis yang bisa membuat berat badan turun secara signifikan dan menyebabkan mengalami gejala awal kelaparan seperti pusing dan kelelahan.

Tubuh dapat menghabiskan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu untuk menghabiskan simpanan lemak, tergantung pada seberapa banyak yang ada. Tapi begitu lemak hilang, satu-satunya yang tersisa untuk dibakar tubuh adalah protein di dalam otot, termasuk otot jantung. Akibatnya, risiko serangan jantung bisa meningkat.

Baca juga: Mengenal Pegagan si Tanaman Panjang Umur Beserta Manfaatnya untuk Kesehatan 

Setelah tubuh mulai membakar protein, kesehatan menurun dengan sangat cepat menyebabkan berbagai masalah seperti osteoporosis, penyakit kardiovaskular, gagal organ yang bila tidak segera diobati bisa berakibat fatal.

Sementara bila tubuh kekurangan air, maka tidak ada mekanisme serupa memecah jaringan untuk menggantikan bahan bakar dari makanan.

Baca juga: Anak Ternyata Lebih Rentan Dehidrasi, Ini Penyebabnya 

Dalam beberapa jam setelah tidak minum, tubuh dapat mulai mengalami gejala dehidrasi termasuk haus, kulit kering, pusing yang seiring waktu bisa berkembang menjadi kebingungan, kegagalan organ.

Mir Ali mengingatkan, dehidrasi dapat berujung secara cepat terutama saat kondisi cuaca panas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini