Bisa Sebabkan Kematian, Begini 5 Tips Hadapi Turunan saat Bersepeda

Calista Angelina, Jurnalis · Selasa 07 September 2021 21:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 07 612 2467555 bisa-sebabkan-kematian-begini-5-hadapi-turunan-saat-bersepeda-sJjY5qiVfO.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

PESEPEDA berinisial ditemukan meninggal setelah mengalami kecelakaan tunggal. Korban mengalami luka di bagian kepada setelah terjatuh di jalan yang menurun.

Memang, saat ini kondisi jalan menurun dan membuat sepeda korban hilang kendali hingga akhirnya terjatuh ke dalam saluran air di sisi kanan jalan. Korban yang mengalami luka parah di bagian kepala langsung dilarikan ke RSUD Ciawi, sayang nyawanya tidak tertolong.

Nah, biarpun tergolong aman tapi mengendarai kendaraan memang harus menerapkan keamanan seperti halnya kendaraan lain. Terlebih, bersepeda di jalur turunan membutuhkan skill yang baik agar terhindar dari risiko yang tidak diinginkan.

Dilansir dari situs cyclingtips ada 5 Tips bersepeda di turunan yang patut diperhatikan:

Posisikan Tubuh Sedikit Menunduk

Pengendalian posisi tubuh saat turunan itu penting untuk menentukan laju sepeda. Posisi sedikit menunduk efektif untuk meningkatkan aerodinamika dan mengurangi hambatan angin.

Aerodinamika ini penting agar pesepeda tidak perlu usaha yang lebih keras untuk melaju lebih cepat. Posisi menunduk saat bersepeda pun beragam sesuai dengan kecepatan yang pengendara inginkan.

Sepeda

Pandangan Fokus Jauh ke Depan

Posisi tubuh boleh menunduk, tapi pastikan arah pandangan mata harus selalu ke depan jangan melihat ke bawah. Arah pandangan ini penting untuk melihat arah jalan serta mengantisipasi apabila terdapat rintangan seperti kerusakan jalan.

Atur Posisi Kaki Pada Turunan yang Menikung

Saat berada di jalur turunan yang menikung, posisi kaki mengambil peran yang cukup penting. Pesepeda harus mengandalkan pusat massa tubuh di kaki bagian luar.

Contohnya, saat jalur turunan menikung ke kiri, maka kaki kiri (sisi tikungan) harus dalam posisi terangkat atau pedal menunjuk pukul 12 dan kaki kanan (sisi luar tikungan) harus menjadi penopang dan lurus seolah jam menunjuk pukul 6. Selain itu posisi telapak kaki pada pedal juga harus tepat agar energi tekanan pada pedal lebih kuat dan efektif.

Jangan Duduk di atas Sadel

Posisi sedikit mengambang atau tidak duduk di atas sadel ini pasalnya dinilai lebih efektif untuk memaksimalkan berat pada sepeda namun tetap memiliki kontrol penuh atas sepeda. Pada posisi ini, pengendara dapat dengan mudah mendistribusikan beban berat tubuh ke posisi mana pun ke depan, belakang, kiri atau kanan, sesuai dengan yang diperlukan.

Kuasai Teknik Rem, Hindari Rem Mendadak

Sepeda memiliki 2 rem, yaitu rem depan dan rem belakang. Saat di jalur turunan, manfaatkan kedua rem secara bergantian atau bersamaan sesuai kebutuhan. Rem depan efektif untuk menghentikan sepeda dan rem belakang digunakan untuk mengurangi kecepatan.

Apabila rem depan digunakan terlalu kencang atau berlebihan, hal ini membuat badan tertarik ke depan sesuai dengan laju sepeda menyebabkan pesepeda terlempar ke depan dan terbalik. Sedangkan, penggunaan rem belakang yang berlebihan efeknya membuat ban jadi oleng.

Kemudian, dalam menghadapi tikungan pesepeda harus menarik tuas rem sebelum tikungan. Pastikan ubah titik berat ke belakang dengan memosisikan tubuh ke belakang dan serendah mungkin. Lalu, pastikan tangan tetap pada stang (handlebars) hal ini untuk menahan tubuh tetap di belakang (tidak tertarik ke depan).

Nah, kalau sudah tahu teorinya silahkan praktik di jalan, usahakan untuk tetap relax dan tidak panik. Jangan lupa pakai helm dan pelindung lutut! Selamat bersepeda!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini