Waspadalah! Kebiasaan Membunyikan Jari Bisa Picu Cedera Serius

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Rabu 08 September 2021 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 08 481 2468096 waspadalah-kebiasaan-membunyikan-jari-bisa-picu-cedera-serius-c1WjtM55kt.jpg Membunyikan jari (Foto: Medical news today)

RASA pegal seringkali datang menyerang setelah menyelesaikan deadline yang menumpuk. Banyak orang yang mengakali hal ini dengan menekuk atau menggemeratakkan bagian jari hingga menimbulkan bunyi 'krak' yang memberikan sensasi plong dan melegakan.

Tak hanya pada bagian jari, kebiasaan ini juga sering dilakukan pada bagian punggung dengan cara menekan atau memutarkan bagian punggung. Namun, apakah hal tersebut baik untuk dilakukan?

Dokter Dewanta Sembiring, Spesialis Saraf RS EMC Sentul, mengatakan, kebiasaan itu tidak baik dilakukan. Bunyi 'krak' ketika menggemeratakkan bagian tubuh merupakan sugesti saja yang sebenarnya tidak memberikan manfaat sama sekali.

 jari

Bahkan, kebiasaan itu harus segera dihentikan karena bisa beresiko menyebabkan cedera yang serius atau masalah tulang pada masa tua.

"Sebenarnya itu kan problemnya di sendi. Kalau 'kretek' yang terlalu kebablasan bisa terjadi cedera yang serius. Harus dikurangi dan bahkan dihentikan. Karena tidak ada manfaatnya, yang ada malah jadi resiko. Bunyinya itu sebenarnya hanya sugesti saja, bikin plong. Padahal tidak ada manfaat apa-apa," ujar dr. Dewanta Sembiring, Sp.S dalam sebuah konferensi pers virtual.

Dokter Dewanta menyarankan bagi masyarakat yang ingin terlepas dari rasa pegal dan lelah, sebaiknya melakukan stretching. Tujuannya agar otot yang tadinya tegang akan memajang dan menjadi rileks. Selain itu, Dokter Dewanta juga menghimbau masyarakat untuk berhati-hati saat sedang urut atau pijat. Karena jika dilakukan secara ekstrem bisa menyebabkan cedera pada sendi otot.

"Sebenarnya massage itu bagian dari relaksasi ya, untuk relief stres juga. Biasanya kalau massage yang pada umumnya sih based-nya ke otot ya, melemaskan otot-otot. Cuman memang kita tidak boleh, misalnya ada tukang urut yang terlalu ekstrem ya. Itu bisa bikin cedera, harus hati-hati," kata Dokter Dewanta.

"Saya sering nemuin problem di shoulder, jadi nyeri di bahu biasanya karena cedera. Yang ada setelah diurut, cederanya makin parah. Misalnya nih kemarin bahunya ada robekkan tipis gitu, ada inflamasi. Akibat diurut, itu malah semakin robek dan makin lama jadi tidak bisa diangkat. Itu harus hati-hati. Tapi kalau untuk massage relaksasi itu malah dianjurkan sebagai stress relief," sambungnya.

Dokter Dewanta lebih merekomendasikan klinik fisioterapi jika memang terjadi saraf kejepit atau penyakit lainnya. Hal ini dikarenakan, mereka pasti sudah terlatih dan lebih paham secara anatomi mana yang harus diberikan perawatan secara medis atau penyakit yang memang cukup diatasi dengan cara pijat.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini