Tak Cuma Kemampuan Teknis, Pengelolaan Diri juga Butuh Dikembangkan

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Rabu 08 September 2021 08:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 08 612 2467832 tak-cuma-kemampuan-teknis-pengelolaan-diri-juga-butuh-dikembangkan-rjtXYrBqSh.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

GENERASI muda membutuhkan soft skills dan pendidikan informal untuk menambah ilmu pengetahuan di masa sekarang. Banyak cara yang bisa dilakukan dalam mengembangkan diri anak.

Ada dua kemampuan yang harus dimiliki anak sebelum memasuki jenjang dunia kerja, yakni hard skills dan soft skills. Keduanya saling melengkapi satu sama lain.

Hard skills biasa disebut sebagai keterampilan teknis atau akademik yang umumnya bisa dilatih dan diperoleh seseorang di institusi pendidikan. Hard skills bisa diukur dan secara relatif tertera dalam riwayat pendidikan seseorang.

Berdasarkan hasil penelitian Universitas Harvard tahun 2002, kesuksesan karier tidak hanya semata-mata ditentukan kemampuan teknis (hard skill), tetapi juga kemampuan dalam berinteraksi dan mengelola diri (soft skills).

Karena itu, untuk mengimbangi hard skill, soft skill juga dibutuhkan. Namun sayangnya soft skills kurang digali banyak orang.

Soft skill merupakan kemampuan atau kecerdasan secara emosional, meliputi kemampuan berinteraksi (interpersonal skills) dan kemampuan mengelola diri (intrapersonal skills). Umumnya, bangku sekolah hanya mengajarkan kemampuan ini sekira 10% saja.

Ketika seseorang mengasah soft skill akan menambah kemampuan berkomunikasi yang baik, etika kerja, kepemimpinan, dan manajemen waktu. Maka jangan lupakan peran soft skill ini.

 Muda

Muflih Dwi Fikri, perwakilan Global Millennial Group mengatakan, di era sekarang, ada begitu banyak tantangan dan juga kemungkinan. Maka anak harus mau belajar hal baru, termasuk soft skill, baik sebelumnya tidak sukai ataupun tidak pernah dipelajari.

"Anak muda harus mempersiapkan diri mereka sejak dini untuk menghadapi rintangan di masa mendatang, salah satunya melalui peningkatan soft skill,” ujar Muflih lewat keterangannya.

Dalam mengasah soft skill, anak perlu dibimbing. Baik oleh orangtua maupun mentor khusus.

Muflih menerangkan, soft skill yang dibutuhkan anak antara lain public speaking, critical thinking, leadership, problem solving. Pembelajarannya tentu menyenangkan dan bisa mengisi kekosongan waktu si anak.

Apalagi saat ini sudah banyak pula beasiswa yang memfokuskan program soft skill untuk kalangan siswa SMP, SMA dan mahasiswa.

"Ke depan, mereka bisa menjadi motor pendorong perubahan dalam bidang mereka masing-masing," ucapnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini