Vaksin Covid-19 mRNA Siap Libatkan 3.000 Subjek Penelitian di Indonesia

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 09 September 2021 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 09 481 2468749 vaksin-covid-19-mrna-siap-libatkan-3-000-subjek-penelitian-dVjcep28Q6.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: Unsplash)

GUNA memastikan tercukupinya stok vaksin Covid-19, pemerintah melakukan segala cara. Salah satunya membuat vaksin sendiri.

Ya, vaksin Merah Putih terus dikerjakan hingga sekarang. Perkembangannya pun terbilang baik, salah satunya bahkan sudah memasuki uji klinis tahap 2.

Tak hanya itu, pemerintah pun berupaya untuk membuat vaksin Covid-19 platform mRNA, serupa dengan Pfizer, di Indonesia. Kerjasama pun sudah dilakukan antara pemerintah dengan PT Etana Biotechnologies Indonesia.

 Vaksin Covid-19

Menurut laporan resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), kerja sama ini juga melibatkan perusahaan asal China yaitu Yuxi Walvax Biotechnology. Bagaimana detail pelaksanaannya?

"Roadmap penyiapan fasilitas produksi di PT Etana rencananya akan dilakukan secara bertahap, yaitu dengan menyiapkan fasilitas fill and finish sebelum mengembangkan fasilitas upstream dan downstream," menurut laporan BPOM yang diterima, Kamis (9/9/2021).

Diterangkan juga dalam laporan tersebut bahwa PT Etana telah mendapatkan persetujuan pelaksanaan uji klinik fase 3 yang akan melibatkan 3.000 subjek di Indonesia dan 28.000 subjek secara global.

"Uji klinik di Indonesia akan dilaksanakan di center Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan dengan melibatkan delapan satellite site, yaitu Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Puskesmas Cilincing, Puskesmas Pulo Gadung, Puskesmas Ciracas, Puskesmas Duren Sawit, Puskesmas Cakung, Puskesmas Kalideres, dan Puskesmas Kebayoran Lama," tulis laporan tersebut.

Kepala BPOM Penny K. Lukito menerangkan bahwa akses dan ketersediaan vaksin COVID-19 menjadi hal krusial di masa pandemi ini. Namun, jumlah industri farmasi yang siap dengan kapasitas memadai dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat global sangat terbatas.

"Untuk itu, kerja sama industri farmasi lokal dengan pengembang vaksin dari luar negeri dalam rangka penelitian atau uji klinik di Indonesia dan juga transfer teknologi penting demi mendukung percepatan kemandirian penyediaan vaksin di dalam negeri," tambahnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini