Napak Tilas Met Gala, Pagelaran Busana Unik yang Berumur 73 Tahun

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 10 September 2021 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 194 2469344 napak-tilas-met-gala-pagelaran-busana-unik-yang-berumur-73-tahun-kBgwvaKPqA.jpg Met Gala. (Foto: Forbes)

GELARAN Met Gala memang menjadi salah satu event tahunan bergengsi. Meski bukan acara penghargaan film, televisi atau pun musik, tapi acara satu ini dihadiri oleh banyak nama-nama terkenal dunia. Mulai dari penyanyi, desainer, supermodel, aktris, hingga sosialita terkenal di Hollywood.

Salah satu ciri khas dari Met Gala ini adalah karena digelar dengan tema dress code unik. Tapi tak menampik, mungkin masyarakat awam masih banyak yang bingung, sebetulnya acara apa sih Met Gala tersebut?

Sejarahnya, perhelatan Met Gala berangkat dari dunia fesyen. Ialah Irene Lewishon seorang produser teater bersama stage desainer, Aline Bernstein hampir satu abad lalu yang menjadi otak di balik hadirnya Met’s Costume Institute, koleksi kostum yang bisa dijadikan inspirasi oleh para perancang teater.

Met Gala

Mengutip Vogue, Jumat (10/9/2021) pada tahun 1948, fashion publicist legendaris Eleanor Lambert (yang meluncurkan New York Fashion Week) mempelopori digelarnya acara Costume Institute Benefit, yang awalnya hanya acara gelaran makan malam tapi kemudian berkembang menjadi gelaran pesta hits.

Costume Institute Benefit atau sekarang yang disebut The Met Gala ini digelar dengan mengundang tamu undangan tertentu yang harus membayar tiket seharga USD50. Mengutip laman Met Museum, Eleanor Lambert kemudian memanfaatkan acara ini sebagai wadah untuk mengumpulkan dana untuk menyokong The Costume Institute itu sendiri sekaligus untuk merayakan pembukaan pameran tahunan utamanya.

Sejak itulah tujuan acara ini semakin berkembang, baik itu dalam skala gelaran acara, cakupan, profil para tamu, namun tetap menjadi sumber utama pendanaan penting untuk acara pameran, akuisisi, dan peningkatan modal.

Namun, Met Gala yang kita kenal sekarang tidak akan terbentuk tanpa campur tangan dari pemimpin redaksi Vogue Amerika, Diana Vreeland. Baru pada awal 1970-an, ketika Diana Vreeland bergabung dengan Costume Institute sebagai konsultan, Met Gala berevolusi menjadi perhelatan akbar yang kita kenal sekarang.

Selama tahun-tahun Diana Vreeland sebagai konsultan khusus untuk The Costume Institute yakni sejak 1972 hingga 1989, acara tahunan ini menjadi pesta besar bagi dunia sosial dan seni. Dengan hadirnya tokoh-tokoh penting seperti Jacqueline Kennedy Onassis dan Pat Buckley sebagai co-chairs.

Jejak Diana Vreeland kemudian diteruskan oleh sang junior, editor in chief Vogue, Anna Wintour yang sejak 1995 mulai memimpin Met Gala dan menentukan bahwa Met Gala digelar pada Senin pertama di bulan Mei setiap tahunnya.

Lewat tangan dingin Anna Wintour, yang menjadi tamu undangan bukanlah orang-orang penting dan terkenal di bidang seni dan sosial, tapi juga bintang mode, hiburan, dan politik yang menghiasi halaman-halaman majalah Vogue.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini