Seberapa Penting Vaksin Booster untuk Masyarakat Umum?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 10 September 2021 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 481 2469403 seberapa-penting-vaksin-booster-untuk-masyarakat-umum-YdJn3KJMo1.jpg Ilustrasi vaksin booster (Reuters)

Menjadi catatan di sini adalah bahwa Pakar WHO dengan tegas mengatakan bahwa sampai sekarang tidak ada cukup bukti ilmiah untuk penggunaan booster bagi masyarakat umum. Tapi, beda untuk mereka yang memiliki masalah sistem kekebalan yang memang membutuhkan.

"Idealnya adalah pengambil kebijakan paham betul kelompok masyarakat seperti apa yang memang berhak menerima vaksin booster. Di Inggris misalnya, booster terbukti memberi manfaat perlindungan pada kelompok lansia dalam upaya menjaga mereka dari serangan varian Delta," kata Danny Altmann, seorang profesor imunologi di Imperial College, London, Inggris.

Vaksin Covid-19

Pernyataan lain disampaikan dr Simon Clarke, seorang profesor mikrobiologi seluler di University of Reading, "Bukti yang kami pegang menyatakan bahwa efektivitas vaksin booster cukup baik untuk individu yang sangat rentan, bukan masyarakat pada umumnya," katanya.

Jadi, untuk sementara ini dapat dikatakan bahwa urgensi pemberian vaksin booster untuk masyarakat umum belum ada. Terlebih, data-data yang ada masih memberikan gambaran bahwa vaksin yang beredar masih cukup baik memberikan perlindungan terhadap kasus parah ataupun kematian.

"Diperlukan lebih banyak studi akademis untuk menguraikan dengan tepat bagaimana sistem kekebalan merespons vaksin Covid-19. Ini yang kemudian memengaruhi keputusan seberapa penting vaksin booster diberikan untuk kelompok di luar masyarakat rentan," papar laporan National Geographic.

"Saya pikir 6 bulan ke depan akan terlihat lebih jelas datanya seperti apa komponen lain dari respons imun itu pada orang sehat dan di beberapa populasi rentan," kata E. John Wherry, direktur Institute for Immunology di University of Pennsylvania. "Ini memberi kami keyakinan bahwa diperlukan banyak studi lanjutan untuk memperbanyak referensi terkait masalah ini," tambahnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini