Vaksin Covid-19 Kebanyakan Disuntikkan di Negara-Negara Berpenghasilan Tinggi

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 10 September 2021 17:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 481 2469452 vaksin-covid-19-kebanyakan-disuntikkan-di-negara-negara-berpenghasilan-tinggi-OfnULFezvQ.jpg Vaksinasi Covid-19 (Foto: AAMC)

RUPANYA sebanyak 5,5 miliar dosis vaksin Covid-19 sudah disuntikkan di seluruh dunia. Tapi sayangnya, 80 persen di antaranya ada di negara berpenghasilan tinggi dan di atas rata-rata.

Ini artinya, negara-negara miskin atau berpenghasilan rendah masih banyak penduduknya yang belum divaksinasi Covid-19.

Masalah tidak meratanya distribusi vaksin secara global ini tak bisa dipandang sebelah mata, seperti disebutkan oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, tanpa bantuan kiriman distribusi vaksin dari para negara maju di dunia bisa mengakibatkan jutaan jiwa melayang akibat Covid-19.

 Vaksin Covid-19

“Saat ini belum ada satu pun low income country yang bisa mencapai target dari WHO, 10 persen populasi tiap negara sudah divaksin. Penelitian yang dikutip The Economist menyebutkan, tanpa redistribusi surplus vaksin dari negara maju, 1 juta sampai 2,8 juta jiwa bisa melayang,” kata Menlu Retno, dikutip dari siaran langsung Kedatangan Vaksin Covid-19 Tahap 55, Bandara Internasional Soekarno-Hatta di akun Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (10/9/2021).

Ini mengapa kerja sama antar negara, dengan perjanjian dose sharing menjadi semakin penting ke depannya dalam upaya menghadapi pandemi Covid-19.

“Untuk itu ke depannya, dose sharing akan menjadi semakin penting. Dirjen WHO berharap komitmen dose sharing bisa dipenuhi selambatnya pada akhir bulan September ini. COVAX Facility juga mengeluarkan pernyataan serupa, di mana dose sharing diharapkan bisa dilakukan dalam skala yang lebih besar,” tutup Menlu Retno.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini