17 Juta Keluarga Indonesia Risiko Stunting, BKKBN Gerak Cepat Lakukan Ini!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 10 September 2021 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 481 2469493 17-juta-keluarga-indonesia-risiko-stunting-bkkbn-gerak-cepat-lakukan-ini-aYjMiAkoBs.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

Penanganan pasca-melahirkan

Soal pasca-persalinan, upaya yang akan dilakukan BKKBN adalah mengedukasi para orangtua untuk mendukung penuh pemberian ASI eksklusif. "ASI eksklusif diberikan 6 bulan pertama, artinya orangtua tidak memberikan apapun ke bayi selain ASI sampai dia berusia di atas 6 bulan," katanya.

Konsultasi

Bukan hanya itu, pengawalan pasca-melahirkan juga soal memberikan pemahaman kepada keluarga bahwa penting untuk kemudian si ibu baru agar melakukan KB. Namun, hal ini diakui Hasto masih belum begitu banyak dilakukan para orangtua.

"Pelaku KB pasca-melahirkan di Indonesia itu tidak lebih dari 30%, artinya belum banyak ibu yang menggunakan kontrasepsi segera setelah melahirkan," ujarnya.

"Jadi, secara keseluruhan, BKKBN akan melakukan suatu inovasi dalam bentuk pendampingan pada keluarga. Pendampingan ini akan dilakukan sejak calon pengantin menikah, si perempuan hamil, hingga melahirkan. Kami kawal semua prosesnya untuk menurunkan risiko stunting," terang Hasto.

Upaya lain memaksimalkan penanganan stunting

Untuk memudahkan upaya penanganan stunting ini, BKKBN bahkan tengah mengembangkan aplikasi yang nantinya akan dimiliki setiap orangtua dan dipahami betul penggunaannya oleh bidan. Sebab, aplikasi itu akan jadi alat bantu BKKBN mendata kehamilan dan kelahiran setiap harinya secara nasional.

"Dengan adanya aplikasi tersebut, semua bidan akan memasukan data real time, termasuk panjang badan, berat badan, catatan bayi lingkar kepala, dan data-data lainnya yang membantu kami mengidentifikasi si bayi apakah berisiko stunting atau tidak," paparnya.

"Jika ada yang dianggap berisiko, intervensi langsung dilakukan sebelum bayi berusia 5 bulan. Dengan begitu, ini amat sangat membantu penanganan percepatan stunting di Indonesia," tambah Hasto.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini