Kemenkes: CT Value Bukan Tolak Ukur Deteksi Varian Covid-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 10 September 2021 20:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 481 2469561 kemenkes-ct-value-bukan-tolak-ukur-deteksi-varian-covid-19-CU5c8OLmvX.jpg Ilustrasi (Foto : Livescience)

PADA pemeriksaan PCR Covid-19 biasanya terdapat nilai cycle threshold atau bisa disebut CT Value. Sebab, CT Value inilah yang membantu untuk menentukan status apakah seseorang yang dites tersebut, positif terinfeksi virus corona atau tidak.

Sehubungan dengan ramainya virus varian baru, varian Mu yang pertama kali terdeteksi di Kolombia pada Januari 2021. Muncul pertanyaan, apakah CT Value bisa dijadikan dasar atau tolak ukur dari varian baru seperti varian Mu pada seseorang yang terinfeksi Covid-19?

Covid-19

Menjawab pertanyaan di atas, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan RI dan Juru Bicara Vaksinasi, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, mengatakan dengan gamblang bahwa CT Value tidak bisa menggambarkan apakah virus corona yang menginfeksi seseorang adalah varian baru atau tidak.

“CT Value enggak bisa menggambarkan apakah ini varian baru atau tidak. Tapi yang bisa memastikan ini adalah pemeriksaan whole genome sequencing,” tutur dr. Siti Nadia, dalam siaran keterangan pers Mengantisipasi Varian Baru COVID-19, Jumat (10/9/2021).

Baca Juga : Kemenkes: 65 Persen Kasus Positif Covid-19 yang Masuk Indonesia Belum Divaksinasi

Dengan pemeriksaan whole genome sequencing, baru bisa dipetakan mutasi virus yang ada dan mencocokannya dengan primer.

“Dari situ kita bisa memetakan mutasi yang terjadi dan mencocokkan dengan primer yang terkait. Jadi kalau varian Mu akan cocok dengan primer Mu,” tambahnya.

Terkait peluang CT Value bisa dijadikan sebagai salah satu alat ukur varian virus corona, dr. Siti Nadia menuturkan saat ini masih perlu kajian yang lebih dalam.

“Kita perlu melakukan kajian lebih lanjut, apakah kemudian ada kecenderungan varian Mu ini bisa kita deteksi melalui perubahan pada pemeriksaan laboratorium. Salah satunya mungkin perubahan pada CT Value, tapi ini masih perlu dikaji lebih lanjut lagi,” pungkas dr. Siti Nadia

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini