Benarkah Kepanikan Sebabkan Pasien Covid-19 Meninggal? Begini Penjelasan Dokter

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 11 September 2021 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 481 2469602 benarkah-kepanikan-sebabkan-pasien-covid-19-meninggal-begini-penjelasan-dokter-RNvlGSsNdT.jpg Ilustrasi (Foto : Livescience)

BELUM lama ini beredar video di media sosial yang menyebut bahwa kepanikan yang sesungguhnya menyebabkan pasien Covid-19 meninggal dunia. Selain itu, video tersebut juga menyebut bahwa penyebab kematian seseorang bukan karena virus Covid-19 tapi kepanikan.

Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i memastikan melalui akun Instagram pribadinya @dr.fajriaddai, Sabtu (11/9/2021), bahwa kabar tersebut tidaklah benar atau hoaks. Ia pun mencoba memberikan penjelasan terkait fenomena ini.

Cek Fakta

"Kepanikan saja belum terbukti menjadi penyebab tunggal kematian pasien Covid-19. Jelas terbukti bahwa virus SARS-CoV-2 menyebabkan penyakit progresif yang dapat menyebabkan kematian," tulis unggahan tersebut.

Baca Juga : Cek Fakta Vaksin Covid-19 Disebut Ubah DNA Seseorang Jadi Zombie

Perlu dipahami bahwa angka kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia sebesar 93%. Namun ada 2,7% yang meninggal dunia berkaitan dengan infeksi virus SARS-CoV-2 melalui beberapa proses, diantaranya:

1. Proses serangan pertama terjadi di sistem pernafasan terutama jaringan paru sehingga dapat menyebabkan kegagalan pertukaran oksigen-karbondioksida yang berujung gagal nafas, bahkan hingga kematian.

2. Proses kedua, imunitas memiliki peran besar dalam proses penyembuhan. Khususnya saat perjalanan penyakit, imunitas dapat berkembang secara berlebihan. Kondisi ini dikenal dengan istilah badai sitokin.

Kondisi ini dapat membuat hampir semua organ tubuh mengalami kerusakan. Alhasil berbagai sistem keseimbangan di tubuh tidak berjalan dengan baik sehingga berujung kematian.

3. Proses ketiga, virus SARS-CoV-2 dilaporkan terbukti menyerang langsung berbagai organ di tumbuh lainnya seperti jantung, ginjal, pankreas, pembuluh darah, hati, limpa, dan saraf (termasuk otak).

Kondisi ini jelas dapat merusak dan mengganggu fungsinya. Terlebih jika orang tersebut sebelumnya telah memiliki penyakit penyerta seperti stroke, kencing manis yang membuat modal ketahanan organ berkurang.

4. Infeksi SARS-CoV-2 dapat menyebabkan risiko pembekuan darah lebih tinggi sehingga dapat mengakibatkan banyak komplikasi seperti serangan jantung, stroke, kematian anggota gerak (Acute limb injury), kerusakan paru, kematian saluran pencernaan (Mesenteric ischemia).

keempat proses tersebut sangat mungkin terjadi bersamaan, sehingga risiko kematian semakin meningkat apalagi diperparah proses lain di luar medis seperti keterlambatan penanganan, rumah sakit yang penuh, oksigen yang habis atau ketidakpercayaan terhadap Covid-19 sehingga abai dan tidak mencari pertolongan yang tepat.

Sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa kepanikan saja dapat menyebabkan pasien Covid-19 meninggal tanpa diperantarai minimal salah satu dari empat proses tersebut.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini