Studi Terbaru Sebut Ivermectin Bisa Sebabkan Kemandulan pada Pria

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 11 September 2021 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 481 2469605 studi-terbaru-sebut-ivermectin-bisa-sebabkan-kemandulan-pada-pria-wy1KxemuMb.jpg Ivermectin (Foto : News Medical)

STUDI terbaru mengungkap efek samping berbahaya dari penggunaan ivermectin dalam pengobatan Covid-19. Berdasarkan studi terbaru dari pasien asal Afrika yang menderita penyakit river blindness diketahui bahwa Ivermectin memiliki dampak buruk bagi kesuburan pria.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu obat Ivermectin sempat menjadi trending topic di Tanah Air terkait dengan efektivitasnya yang diklaim bisa mengobati Covid-19. Obat antiparasit ini telah digunakan selama bertahun-tahun untuk mengobati penyakit river blindness, kudis, dan kutu rambut.

Sejak disebut efektif untuk mengobati Covid-19, para peneliti mulai menggali efek samping dari Ivermectin. Merangkum dari Netherlands News Live, Sabtu (11/9/2021), tidak ditemukan bukti apapun terkait dengan Ivermectin untuk melawan dan mencegah Covid-19. Efek samping mengerikan justru ditemukan dari penelitian ini.

Ivermectin

Studi terbaru mengungkap efek samping penggunaan Ivermectin adalah infertilitas (kemandulan) pada pria. Peneliti Nigeria memeriksa sperma dari 37 pria berusia antara 28 dan 57 tahun yang telah terinfeksi parasit river blindness. Pengujian sperma ini dilakukan sebelum dan sesudah penggunaan Ivermectin.

Meskipun sangat efektif melawan penyakit river blindness hingga 99 persen, namun Ivermectin juga memiliki efek merusak pada sperma. Pria dengan jumlah sel sperma per mililiter air mani menurun puluhan juta setelah pengobatan dengan Ivermectin. Bahkan penurunan bisa terjadi sebanyak 40 persen atau lebih.

Baca Juga : BPOM AS Peringati Bahaya Ivermectin untuk Obat Covid-19

Selain itu motilitas sel sperma (kemampuan sperma untuk bergerak secara efisien di dalam tubuh wanita) juga menurun tajam. Pada salah satu partisipan bahkanm menunjukkan penurunan yang sangat signifikan dari 98 persen menjadi hanya 17 persen. Peneliti mengatakan hasil penelitian tersebut sudah cukup untuk membuktikan kemandulan pada semua pasien yang diuji.

“Meskipun tidak ada perubahan nyata dalam volume air mani, viskositas air mani, dan waktu pencairan, hasil penelitian ini cukup untuk menunjukkan bahwa Ivermectin menyebabkan infertilitas pada pasien ini,” tulis penelitian tersebut.

Sayangnya, dalam penelitian tersebut, tidak disebutkan berapa lama efek Ivermectin tersebut dapat berlangsung setelah pengobatan dihentikan. Oleh sebab itu masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk membuktikan hal ini.

Laporan lain pun menyebut bahwa 85 persen pria yang menggunakan Ivermectin di klinik tertentu didiagnosis memiliki sperma yang buruk. Alhasil para peneliti menyarankan agar masyarakat berhati-hati dengan obat tersebut, terutama pengobatan menggunakan Ivermectin untuk mengatasi penyakit river blindness sering diulang setiap tahun di Afrika.

Mereka memerlukan lebih banyak penelitian untuk mengetahui detail lebih jauh terkait dengan Ivermectin. “Harus ditentukan juga apakah terapi ivermectin memiliki efek samping pada organ lain dalam tubuh, seperti hati, ginjal, jantung, paru-paru dan sel darah merah,” tulis laporan tersebut.

Selain itu otoritas kesehatan, termasuk ketua The National Institute for Public Health and the Environment (RIVM), Jaap van Dissel, terus menekankan bahwa efek menguntungkan Ivermectin terhadap Covid-19 belum terbukti. Meski demikian, beberapa penelitian besar sedang dilakukan tentang penggunaan obat untuk tujuan Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini