Share

KPAI Soroti Kasus Bocah Bunuh Diri di Sleman, Orangtua Harus Peka Psikis Anak

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 10 September 2021 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 612 2469219 kpai-soroti-kasus-bocah-bunuh-diri-di-sleman-orangtua-harus-peka-psikis-anak-0pL9NWA1O8.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

KOMISIONER Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Trafficking dan Eksploitasi, Ai Maryati Solihah menanggapi kasus bocah SD di Sleman, Yogyakarta yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Ia mengatakan, bahwa pihaknya turut prihatin dan menyesalkan kejadian ini. Karena anak di bawah umur memiliki pemikiran yang tak lazim, yakni nekat bunuh diri.

"Kami menyoroti yang pertama ada sangat menyesalkan tidak terdeteksi oleh orangtua," ujarnya saat dihubungi MNC Portal, Kamis (9/9/21).

Gantung Diri

Ai melanjutkan, pihak kepolisian harus mengusut tuntas latar belakang dan motif mengapa anak tersebut melakukan hal itu, apakah ada sisi internal pressure atau eksternal pressure pada anak ini. Hal ini dikarenakan adanya wasiat yang ditinggalkannya sebelum meninggal dunia.

"Saya kira di keluarga manapun, harus menempuh sedini mungkin, mengenali bagaimana pun anak-anak melekat kepada orangtua," terangnya.

Baca Juga : Bocah SD di Sleman Gantung Diri, Fenomena Anak Bunuh Diri Kenapa Bisa Terjadi?

Kepekaan keluarga khususnya orangtua kepada anaknya, sangat diperlukan. Ai bilang komunikasi keduanya harus terjalin, sehingga menciptakan sebuah kedekatan secara emosional.

Depresi anak

Kemudian jika masalah anak ini terjadi pada fisiknya, itu bisa dikenali. Lain halnya dengan mental atau kejiwaan harus ada penanganan khusus, baik dari keluarga maupun ahli.

"Kalau masalah psikis, masalah mental, kejiwaan itu butuh pendekatan yang ekstra khusus dari keluarga," katanya.

Oleh karenanya jangan sampai ada sikap pembiaran kepada anak-anak. Meskipun terlihat baik-baik saja, namun orangtuanya tetap harus mencari tahu apa yang sedang dirasakan buah hatinya itu.

"Sebetulnya tidak boleh ada terlambat, lalai apalagi ada unsur-unsur pembiaran ini sebenarnya yang harus kita hindari karena aspek pencegahan ini menjauhkan," pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini