Nomadic Tourism? Yuk, Kenal Lebih Dekat!

Karina Asta Widara , Jurnalis · Senin 13 September 2021 10:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 12 2470409 nomadic-tourism-yuk-kenal-lebih-dekat-v7kj3AfMOj.jpg fOTO : Dok Freepik

Pariwisata menjadi salah satu sektor utama di dalam pembangunan nasional yang berperan penting dalam pergerakan ekonomi di suatu negara, menciptakan lapangan kerja, pengembangan infrastruktur, dan usaha yang melibatkan Pemerintah, swasta, hingga masyarakat. Dunia pariwisata kini juga tengah mengembangkan konsep baru bernama nomadic tourism yang diyakini akan memberi manfaat bagi masyarakat lokal serta memberi dampak yang berkelanjutan.

Nomadic tourism mungkin tidak asing lagi di telinga kita. Sebab istilah ini sudah digaungkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sejak beberapa tahun yang lalu. Nomadic Tourism sendiri merupakan strategi untuk membangun aksesibilitas dan akomodasi dengan konsep nomadic atau nomaden supaya menjaring lebih banyak backpacker maupun traveler dunia untuk berkunjung #DiIndonesiaAja.

• Mengenal Nomadic Tourism

Asal kata nomadic sendiri merupakan sebutan kehidupan dari masyarakat Mongolia yang tidak memiliki tempat tinggal tetap sehingga harus menjalani kehidupan yang berpindah-pindah.

Sementara, istilah dari nomadic tourism merupakan gaya pariwisata baru dimana wisatawan dapat menetap dalam waktu tertentu di suatu destinasi wisata dengan berbagai fasilitas pendukung atau amenitas yang dapat wisatawan pilih sesuai kebutuhan, seru kan?

Banyak dari para pelaku nomadic tourism bekerja dengan sistem digital nomad yaitu seseorang yang bekerja dari jarak jauh, umumnya secara lepas, dan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain dengan memanfaatkan teknologi telekomunikasi, khususnya internet.

Para wisatawan yang menjadi pelaku wisata nomad memiliki karakteristik mirip dengan pelaku wisata backpack yang cenderung berpindah-pindah. Namun perbedannya terletak pada kecenderungan wisatawan nomad yang lebih memilih menghabiskan uang lebih besar serta mencari tempat tinggal yang nyaman bahkan mewah.

Tidak seperti backpacker yang memiliki karakter berhemat dalam mengeluarkan uang atau bahkan bisa menumpang kendaraan hingga penginapan untuk tempat mereka tinggal.

• 3 Karakteristik Wisatawan Nomad

 

Foto: By Freepik

Adapun terdapat tiga karakteristik wisatawan nomad antara lain, flashpacker yang merupakan kelompok wisatawan mirip dengan backpacker namun lebih memilih untuk menikmati pengalaman berwisata lebih nyaman dan rela mengeluarkan kocek yang banyak demi pengalaman dan kenyamanan.

Kemudian luxpacker, adalah tipikal wisatawan luxurious nomad. Yaitu kelompok wisatawan yang melakukan perjalanan mengembara dengan tujuan melupakan daerah asal mereka dengan menggunakan fasilitas media daring.

Lalu yang ke tiga ada glampacker, yang memiliki sebutan millennial nomad. Mereka merupakan wisatawan yang menghabiskan waktunya untuk berwisata ke destinasi mewah. Wisawatan ini memiliki pandangan tersendiri terhadap zona nyaman mereka serta tidak akan ragu untuk menghabiskan uang yang banyak untuk hal-hal yang menawarkan kemewahan seperti tempat menginap, barang branded, hingga pengalaman yang menyenangkan.

Perubahan gaya hidup dan trend berwisata secara tidak langsung telah mengubah pola perjalanan wisawatan. Bahkan, dalam pengembangan teknologi dan pariwisata kini terlah muncul model e-tourism yang memanfaatkan media teknologi digital. Hal tersebut tentu saja mempermudah wisatawan dalam mencari informasi lebih banyak lagi terkait destiniasi yang akan dikunjungi.

• Kawasan Bali Mulai Menerapakan Konsep Nomadic Tourism

 

Foto: by Freepik

Pengembangan destinasi wisata dengan konsep nomadic tourism kini tengah gencar dilakukan oleh Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menyebut pariwisata Indonesia harus memiliki inovasi agar bisa bangkit di masa pandemi. Salah satunya, Sandi ingin menciptakan kawasan yang nyaman bagi milenial sehingga bisa bekerja dari tempat wisata.

Menurut Sandiaga Uno, sebelumnya pariwisata Indonesia lebih fokus pada kuantitas. Tapi, sekarang Pemerintah juga akan mengejar kualitas. Jadi turis yang berlibur bisa lebih banyak menghabiskan waktu di tempat wisata, termasuk uang yang mereka keluarkan.

"Inovasi baru seperti program sustainable tourism, sport tourism, digital nomad yang sebagian kerja di Jakarta atau Surabaya mungkin bisa work from destination dari Bali," kata Sandi.

Seperti di Kawasan Canggu, Provinsi Bali, salah satunya di mana pada lokasi ini ada banyak digital nomad atau orang-orang yang menyelesaikan pekerjaannya tidak di dalam kantor melainkan seperti cafe, perpustakaan, atau tempat liburan yang menenangkan. Siapa sangka, Kawasan Canggu ini ternyata menjadi tempat favorit kedua di dunia bagi para digital nomad.

Menjamurnya Coworking Space di Bali

 

Foto : Dok Balispirit.com

Keseriusan Bali tangani nomadic tourism juga terlihat pada fasilitas yang disediakan, seperti semakin menjamurnya ruang kerja bersama atau lebih dikenal sebagai coworking space yang turut mendorong pengembangan pariwisata nomadic tourism yang tengah dikembangkan oleh Pemerintah. Tak hanya itu saja, hal tersebut pun pernah disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa yang mengatakan Bali akan serius menangani pariwisata untuk para digital nomad. Oleh karena itu, kini Dispar Bali tengah mencari banyak informasi yang berkaitan dengan kegiatan para digital nomad di Bali.

Menjadi seorang digital nomad adalah pilihan setiap orang. Bagi Anda yang ingin mencobanya, Bali menjadi salah satu alternatif destinasi wisata yang paling tepat untuk para digital nomad. Anda bisa memilih untuk tinggal dekat dengan laut atau dikelilingi oleh hutan, air terjun, hingga sawah. Adapun beberapa lokasi yang bisa Anda pilih sebagai tempat bekerja yang menyediakan fasilitas coworking space yaitu, Hubud, Co Work Surf, dan Hub Bali. Tak hanya itu saja, ada banyak cafe instagramable yang menyediakan fasilitas internet super cepat seperti di Ubud, Sanur, Seminyak, dan beberapa lokasi lainnya.

Beberapa spot favorit para digital nomad di Bali adalah Crate Café, Betelnut Café, Ingka Restaurant, Kebun Bistro, Kopi Desa Ubud, Shelter Bali, dan masih banyak lagi.

Igan Rai Suryawijaya selaku ketua PHRI Badung, yang juga anggota Kelompok Ahli Pembangunan Bidang Pariwisata mendukung pengembangan pariwisata nomadic tourism di Bali. Menurutnya, dengan adanya wisatawan ini akan bisa memberi peluang juga pada fasilitas akomodasi masyarakat seperti homestay, villa, maupun akomodasi milik masyarakat lainnya.

 

Foto: Dok Instagram @geniuscafebali

Jika Anda ingin menikmati suasana yang tenang sambil mencicipi makanan sehat sembari bekerja di Bali, Anda juga bisa datang ke Genius Café Vision. Cafe ini menawarkan pilihan fasilitas yang lengkap dan ruang tenang yang jauh dari keramaian serta hiruk pikuk kota. Café ini juga merupakan tempat yang tepat untuk bersantai sambil mencicipi makanan lokal khas Nusantara hingga modern, ada juga minuman sehat yang bisa Anda temukan di sana. Genius Café Vision berlokasi di daerah Sanur. Namun, bagi Anda yang sedang berlibur di Bali dan ingin mencicipi kuliner yang ada di cafe ini maupun tempat lainnya, Anda juga bisa memesannya secara online melalui berbagai platform digital.

Ya, selain menjadi salah satu kawasan yang paling diminati untuk nomadic tourism. Bali juga merupakan tempat yang dianggap paling aman bagi para digital nomad untuk tinggal dan bekerja. Tak hanya itu saja, dengan kehadiran nomadic tourism ini diharapkan terus menjadi semangat kita dalam membangkitkan kembali geliat sektor parekraf Indonesia yang bertepatan dengan momentum World Tourism Day pada 27 September mendatang.

Indonesia sendiri memiliki banyak potensi destinasi wisata yang bisa diterapkan sebagai konsep nomadic tourism. Tak hanya itu, selain menikmati liburan di tempat-tempat wisata yang menyenangkan, Anda juga bisa #BeliKreatifLokal oleh-oleh khas daerah tersebut baik secara langsung ataupun online, melalui berbagai platform digital.

Tidak kalah penting, jika Anda ingin berwisata saat keadaan telah membaik nanti, jangan lupa untuk disiplin #InDOnesiaCARE dan menerapkan 6M. Mulai dari mencuci tangan dengan sabun, memakai masker yang benar, menjaga jarak, menghindari keramaian, menghindari makan bersama, serta mengurangi mobilitas. Semua ini tentunya karena kesehatan dan keselamatan diri Anda serta orang-orang yang Anda sayangi.

Selain disiplin prokes, hal yang tidak kalah penting lainnya yaitu vaksinasi. Segera lakukan vaksinasi Covid-19 yang sudah disediakan oleh Pemerintah, sebab vaksinasi merupakan bentuk upaya kita dalam menekan angka penyebaran virus Covid-19 guna mendapatkan kekebalan kelompok atau herd immunity.

Nah, itu dia informasi mengenai Nomadic tourism yang saat ini tengah digalakkan oleh Pemerintah. Buat Anda yang masih #DiRumahAja, ada baiknya mengisi waktu dengan berbagai hal yang bermanfaat dan menginspirasi seputar destinasi dan produk kreatif lokal yang ada #DiIndonesiaAja! Salah satunya dengan mengikuti Pesona Punya Kuis atau PUKIS yang diadakan pada hari Selasa di setiap pekan.

Cara ikutannya juga gampang banget! Anda cukup follow akun Instagram @pesonaid_tarvel dan like unggahan PUKIS terbaru. Kemudian, jawab pertanyaan yang diberikan melalui kolom komentar. Mau peluang menang semakin besar? Jangan lupa mention tiga teman Anda untuk ikut memeriahkan kuis ini, ya! Raih kesempatan untuk dapetin beragam hadiah menarik, lho! Good Luck!

(CM)

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini