Rokok Mengandung Nikotin dan TAR, Mana Lebih Berbahaya?

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 13 September 2021 23:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 481 2470453 rokok-mengandung-nikotin-dan-tar-mana-lebih-berbahaya-w8Ki85paz0.jpg Ilustrasi bahaya zat nikotin dan TAR dalam rokok. (Foto: Freepik)

NIKOTIN dan total aerosol residue (TAR) merupakan dua zat yang terkandung dalam rokok. Keterangan kedua zat tersebut juga tertulis jelas di kemasan rokok. Tapi mungkin belum banyak perokok yang memahami perbedaan antara nikotin dan TAR serta dampaknya terhadap kesehatan.

Sebagaimana dikutip dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (US FDA), Selasa (7/9/2021), nikotin merupakan senyawa kimia alami yang terkandung dalam tanaman tembakau. Kendati demikian, nikotin dalam jumlah kecil juga bisa ditemui pada kentang, terung, dan kembang kol.

Baca juga: 4 Cara Mengatasi Paparan Asap Rokok yang Meningkat Selama WFH 

Nikotin adalah salah satu menyebabkan orang kecanduan merokok karena adanya zat alkaloid menimbulkan adiksi. Contoh zat alkaloid lainnya adalah kafein yang biasa ditemukan pada kopi, tein dalam teh, teobromin pada buah maupun biji cokelat.

Ilustrasi bahaya rokok. (Foto: Freepik)

Selain itu, semua produk tembakau mengandung nikotin, termasuk rokok, produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektrik, cerutu, maupun snus (tembakau bubuk).

Baca juga: Mengenal RCC, Kanker Ginjal Akibat Rokok hingga Obesitas 

FDA menekankan, meskipun menyebabkan adiksi atau kecanduan, nikotin bukanlah penyebab utama berbagai penyakit terkait merokok. Sebab dalam sebatang rokok yang diisap terkandung ribuan bahan kimia beracun, salah satu yang paling berbahaya adalah TAR. TAR adalah zat kimia dan partikel padat (solid carbon) yang dihasilkan saat rokok dibakar.

Berdasarkan data National Cancer Institute Amerika Serikat, TAR mengandung berbagai senyawa karsinogenik yang dapat memicu kanker. Dari sekira 7.000 bahan kimia yang ada di dalam asap rokok, 2.000 di antaranya terdapat pada TAR.

Ketika asap rokok dihirup, TAR membentuk lapisan lengket di bagian dalam paru-paru yang dapat menutupi bahkan mematikan sel yang ada di sana. Hal itu dapat menyebabkan kanker paru-paru, emfisema, atau masalah paru-paru lainnya. TAR yang berwarna coklat juga menodai gigi dan kuku perokok.

"Orang-orang merokok untuk nikotin, tapi mereka mati karena TAR," kata Michael Russel, pencetus konsep pengurangan bahaya tembakau (tobacco harm reduction), seperti dikutip dari Antara.

Baca juga: Jangan Biarkan Bayi Terpapar Asap Rokok, Ini Penyakit yang Bisa Ditimbulkan 

Ilustrasi bahaya rokok. (Foto: Freepik)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini