IDI Sebut Hanya Ada 2 Cara Lindungi Anak di Bawah 12 Tahun dari Covid-19, Apa Saja?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 13 September 2021 18:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 481 2470708 idi-sebut-hanya-ada-2-cara-lindungi-anak-di-bawah-12-tahun-dari-covid-19-apa-saja-zlNcAX0Trd.jpg Ilustrasi melindungi anak-anak usia di bawah 12 tahun dari paparan covid-19. (Foto: Jcomp/Freepik)

PEMBAHASAN soal pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas selama pandemi covid-19 masih menjadi polemik di tengah masyarakat. Ada orangtua yang setuju dengan kebijakan tersebut, tapi masih ada juga beberapa orangtua yang khawatir anaknya mesti keluar rumah dan jauh dari pengawasannya.

Sekolah tatap muka jika dilakukan maka bukan hanya sebagai tanggung jawab sekolah, tetapi orangtua juga harus menanggungnya. Itulah kenapa surat persetujuan orangtua dikeluarkan pihak sekolah.

Baca juga: Kasus Covid-19 Menurun, Kemenkes: Bukan Berarti Bebas Kumpul-Kumpul 

Namun yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah ada upaya yang bisa dilakukan orangtua agar memastikan anaknya aman sekolah tatap muka? Atau, sebetulnya di situasi yang belum benar-benar baik seperti sekarang, sekolah daring masih jadi pilihan terbaik?

Ilustrasi pembelajaran tatap muka.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban menerangkan bahwa hanya ada dua cara yang bisa melindungi anak-anak di bawah 12 tahun yang belum divaksin itu aman dari paparan covid-19.

Baca juga: Bikin Haru! Petugas SPBU Ini Hanya Makan Nasi Putih Tanpa Lauk, Netizen Ramai-Ramai Mendoakan 

"Ikhtiar kita melawan covid-19 belum berakhir. Untuk melindungi anak-anak di bawah 12 tahun, yang mana mereka belum dapat divaksinasi, hanya ada dua cara yaitu tetap belajar di rumah atau sekolah tatap muka dengan pakai masker dan tetap jaga jarak," papar Prof Beri –sapaan akrabnya– di Twitter beberapa waktu lalu.

Ia melanjutkan, untuk pihak sekolah, hal yang bisa dilakukan adalah memastikan pengawasan anak-anak yang mengikuti pembelajaran tatap muka berjalan sangat disiplin dan harus secara detail. "Hal terbaik yang bisa dilakukan sekolah adalah mengawasi anak-anak dengan detail, jangan sampai kecolongan," terangnya.

Prof Beri menerangkan, jika setuju anak melaksanakan pembelajaran tatap muka, maka itu menjadi peringatan bagi orangtua atau kakek-nenek di rumah yang belum divaksinasi. Ya, mereka harus punya protokol sendiri di rumah saat si anak pulang dari sekolah.

"Paling tidak (si anak) bersih-bersih dan biasakan mandi sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga lainnya," saran Prof Beri.

Baca juga: Viral Bapak-Bapak Berlari Tersenyum Tulus Menghampiri Rezeki, Netizen pun Terharu 

Dirinya menambahkan, untuk perlindungan semua, sekeliling anak harus sudah divaksinasi, disiplin memakai masker, jaga jarak, ventilasi yang baik, dan hindari kerumunan. Termasuk hindari kebiasaan makan siang bersama.

"Semoga saja semua sekolah bisa menegakkan protokol kesehatan dengan baik. Semoga," tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini