Menkes Sebut 3 Varian Covid-19 yang Paling Diamati Pemerintah

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 13 September 2021 22:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 612 2470806 menkes-sebut-3-varian-covid-19-yang-paling-diamati-pemerintah-fSaxcB0UXb.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SEJAK muncul Desember 2019 lalu, virus SARS-CoV-2 memang telah mengalami beberapa mutasi. Salah satu yang paling populer adalah varian Delta dan Delta Plus.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan varian Alpha, Beta, Gamma, dan yang terakhir Delta telah menyebabkan kenaikan kasus di India dan Indonesia pada periode Juli 2021.

Menkes melanjutkan, bahwa varian Delta ini terus menjalar ke pelosok dunia. Sehingga menjadikan lonjakan kasus di negara-negara lain seperti Amerika, Israel dan Inggris.

Selain itu ditambah meningkatkan jumlah kasus secara signifikan di negara-negara Asia seperti Indonesia, Singapura dan Jepang. Mengikuti apa yang sudah terjadi di India dan Indonesia.

Oleh karena itu pemerintah memutuskan untuk memantau perkembangan varian virus SARS-CoV-2 di seluruh dunia. Serta menjaga ketat pintu masuk baik dari udara, laut dan daratan.

"Kita pantau cepat, kita jaga agar sebisa mungkin tidak masuk ke wilayah Indonesia," ujarnya Menkes saat konferensi pers Update Penanganan Pandemi COVID-19 secara virtual, Senin (13/9/21).

Menkes Budi menjelaskan, varian baru yang masuk di dalam pengamatan pemerintah, yaitu Lambda atau C 37 ini ditemukan di Peru pada Desember 2020, dan sekarang sudah tersebar di 42 negara.

Varian yang kedua adalah varian MU atau b.1621 pertama kali ditemukan di Colombia Januari 2021 Sekarang sudah tersebar di 49 negara, dan yang paling baru adalah C.1.2 Ditemukan di Afrika Selatan pada Mei 2021 sekarang sudah menyebar ke 9 negara.

Tiga varian tersebut, kata Budi, memang sedang dalam penelitian, bagaimana perilakunya, laju penularannya, apakah dapat menghindar dari antibodi secara natural maupun vaksinasi, dan sampai sekarang belum ada hasil riset yang pasti.

"Tetapi tiga varian ini baik varian Lambda, MU maupun C.1.2 belum ada di Indonesia," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini