Selain Covid-19, BPJS Sebut Gagal Ginjal hingga Stroke Kerap Terjadi saat Pandemi

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Selasa 14 September 2021 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 481 2471033 selain-covid-19-bpjs-sebut-gagal-ginjal-hingga-stroke-kerap-terjadi-saat-pandemi-ykrOTNGqDm.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JKN-KIS mencatat deretan penyakit yang paling banyak diklaim selama pandemi. Bukan Covid-19, tapi ada sederet penyakit tidak menular yang banyak diderita masyarakat.

Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Tubagus Achmad Choesni mengatakan, seperti diketahui bersama bahwa di tengah pandemi Covid 19, sektor kesehatan paling seiring dengan perkembangan program JKN. Sejak 7 tahun lalu, mengalami peningkatan pemanfaatan JKN-KIS yang cukup signifikan.

"Ada banyak jenis penyakit katastropik yang cukup banyak menyedot bagian yaitu sirosis, gagal ginjal, jantung, kanker, leukemia, stroke dan thalasemia," ujarnya.

 bpjs

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron juga menyatakan akan lebih meningkatkan pelayanan implementasi JKN-KIS. Banyak inovasi pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.

Ali Ghufron mencontohkan, bahwa saat ini call center BPJS Kesehatan bukan lagi 1500 400, namun berubah jadi 165. Dia menuturkan jika masyarakat semakin mudah menyampaikan keluhan atau hal lain dengan pemanfaatan teknologi informasi ini.

"Sebagai penyelenggara program JKN-KIS, kami senantiasa ingin meningkatkan kualitas layanan. Termasuk meningkatkan infrastruktur dan layanan kesehatan bagi peserta," paparnya.

Di samping itu, kata Ali Ghufron, pemerataan infrastruktur pelayanan kesehatan di Pulau 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) juga akan ditambah.

"Kami memikirkan keadilan pemerataan di daerah-daerah secara pembangunan itu tertinggal atau daerah Pulau 3T ini dengan berbagai macam inovasinya, agar masyarakat di daerah 3T ini bisa dapat layanan optimal," ujarnya.

Ditambahkan Ketua Dewas BPJS Kesehatan Achmad Yurianto, penyelenggara JKN-KIS juga terus meningkatkan pelayanan untuk simplifikasi rujukan pasien thalasemia dan hemofilia. Dengan begitu, mereka bisa semakin mudah berobat dan mendapat layanan optimal.

"Kita bersama-sama membangun sistem dengan penuh keterbukaan. Mau tidak mau kita ikut lari dan cepat merespon keluhan, memberi solusi serta meningkatkan kualitas dalam memberikan pelayanan ke masyarakat, ujar Yuri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini