Amerika Disebut Danai Rekayasa Covid-19 di Lab Wuhan, Ini Faktanya!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 14 September 2021 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 481 2471125 amerika-disebut-danai-rekayasa-covid-19-di-lab-wuhan-ini-faktanya-4XfKnpSTLR.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

BEREDAR kabar yang mengklaim bahwa Amerika Serikat mendanai rekayasa virus penyebab Covid-19 atau SARS-CoV-2 di lab Wuhan, China. Dipercaya dokumen tersebut bocor dan kini sedang diangkat oleh sejumlah media nasional. Lantas bagaimana faktanya?

Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i melalui akun Instagram pribadinya @dr.fajriaddai, menjelaskan bahwa dokumen tersebut adalah kerjasama penelitian antara para peneliti di Amerika Serikat dan China, untuk memantau apa penyebab SARS-CoV-2 pada 2003-2006.

Cek Fakta

Para peneliti tersebut mencari titik-titik dari virus tersebut yang berpotensi berbahaya dan bisa menyebabkan potensi outbreak kembali. Selain itu ada juga informasi mengenai program mengenai EID-Search.

Baca Juga : Vaksin Protein S Tidak Bermanfaat Dibandingkan Vaksin Virus Utuh? Ini Faktanya

Program EID-Search adalah program yang mengawasi daerah-daerah di Asia Tenggara, supaya ketika ada potensi untuk muncul virus-virus baru, maka bisa lebih diawasi dan lebih ketat lagi supaya tidak menyebar lagi seperti saat ini.

Informasi ketiga adalah kemiripan materi genetik dengan SARS-CoV yang pertama dengan SARS-CoV-2 yang saat ini menyebar ternyata tidak sama. Ada 25% perbedaan di mana lumaya banyak perbedaanya.

Intinya Covid-19 ini bukanlah rekayasa. Covid-19 ini benar-benar ada dan emerging dan bisa bermutasi. Oleh sebab itu masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya dengan hoax.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini