Varian Mu Bisa Bikin Lonjakan Kasus Covid-19 seperti Delta?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 14 September 2021 18:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 481 2471299 varian-mu-bisa-bikin-lonjakan-kasus-covid-19-seperti-delta-c3ZEUbPH1d.jpg Pandemi Covid-19 (Foto: Fierce biotech)

SAAT ini sudah ditetapkannya varian Mu (B.1.621) sebagai varian of interest (VOI) oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) membuat Indonesia berjaga-jaga. Terlebih, karakteristik dari varian ini adalah kebal vaksin.

Menurut Presiden Joko Widodo, jika varian Mu ini benar menyerang Indonesia, artinya ditemukan kasus di Indonesia, maka akan sangat memengaruhi target vaksinasi Covid-19.

 Pandemi Covid-19

Karena itu, Jokowi meminta kepada jajarannya agar bekerja maksimal memastikan tidak adanya varian Mu satupun yang masuk ke Indonesia, sekalipun saat ini negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, belum ada yang melaporkan kasus. Kecuali Korea Selatan.

Nah, membahas soal varian Mu lebih jauh, Epidemiolog Griffith University, Australia, Dicky Budiman menerangkan bahwa sampai saat ini varian yang pertama kali teridentifikasi di Kolombia itu belum memiliki risiko peningkatan kasus Covid-19.

"Alhamdulillah sejauh ini tidak ada data yang kuat menyatakan kalau varian Mu bisa melonjakkan kasus Covid-19," ujarnya saat diwawancara di Okezone Stories Instagram Live, Selasa (14/9/2021).

Dicky Budiman melanjutkan, terkait dengan gejala yang dimunculkan varian Mu, informasi ilmiah yang diterima pun masih relatif sama. "Lalu, soal jumlah virus, saat ini masih varian Delta yang mendominasi," terangnya.

Bahkan, sambung Dicky, saat ini beberapa peneliti mengungkapkan bahwa varian Delta semakin kuat karena perkembangan varian ini begitu cepat.

"Salah satu informasi yang saya terima, sekarang spike protein varian Delta, tempat dia menempel di reseptor, itu semakin banyak. Karena makin banyak, artinya makin gampang menginfeksi," tambahnya.

Nah, kembali ke varian Mu, meskipun kasusnya masih sangat kecil jika dilihat secara global, setiap negara sudah harus mewaspadainya. "Terlebih, varian Mu bisa menurunkan efikasi vaksin," ungkap Dicky Budiman.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini