Virus Covid-19 Terus Bermutasi, Kapan Statusnya Jadi Endemi?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 14 September 2021 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 612 2471289 virus-covid-19-terus-bermutasi-kapan-statusnya-jadi-endemi-4bE0gjiYnS.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

VIRUS Covid-19 memang tidak akan bisa hilang, dan terus akan ada di masyarakat. Oleh karenanya, masyarakat pun diminta bersiap jika memang harus hidup bersama virus tersebut.

Memang, status Covid-19 bisa hilang dari pandemi, tapi hanya akan menjadi endemi. artinya infeksi Covid-19 tidak begitu membahayakan walau sejatinya penyakit akan tetap ada. Ya, sama seperti masalah kesehatan pada umumnya.

Tapi, jika bicara soal endemi, apa yang perlu dipersiapkan dan dilakukan oleh masyarakat? Sehingga tujuan mengentaskan pandemi Covid-19 benar-benar terwujud?

Epidemiolog Griffith University, Australia, Dicky Budiman, menerangkan bahwa kalau bicara endemi artinya kriterianya suatu penyakit angka reproduksinya virus atau penyebab lainnya paling tinggi 1 dan tidak naik turun

"Sedangkan sekarang masih naik turun. Jangankan Indonesia, Australia juga masih naik turun," terang Dicky dalam wawancaranya bersama Okezone di Instagram Live, Selasa (14/9/2021).

Nah, jika ditanya kapan endemi itu terjadi, Dicky punya jawabannya. "Asal strategi 3T, 5M, dan vaksinasi berjalan sangat optimal sehingga hasilnya bisa dirasakan semua masyarakat," jawabnya.

Bukan hanya itu, yang menentukan suatu penyakit dari berstatus pandemi ke endemi adalah timeline virus itu sendiri. Ya, virus itu berevolusi dan tidak ada yang bisa memprediksi kapan virus tersebut berhenti berevolusi.  

"Evolusi ini dipengaruhi perilaku kita sendiri. Jika varian virus yang terbentuk semakin mudah menginfeksi, artinya semakin mudah dia menghasilkan varian lainnya, dan itu mengubah angka reproduksi lagi,' paparnya.  

"Ya, tidak ada salahnya juga berharap endemi bisa tercipta akhir 2022 dan ini terjadi hanya jika ada keajaiban besar dalam upaya vaksinasi. Itu kenapa para ahli menginginkan setiap negara masif dan agresif melakukan vaksinasi maupun 3T dan 5M," tambah Dicky.

Ia menekankan di sini, meski Indonesia belum mencapai endemi, pun negara lainnya, tidak berarti kehidupan berhenti begitu saja. Tidak juga artinya kehidupan akan selalu sulit.

"Sebelum mencapai endemi, kehidupan sudah lebih baik dan ini sudah dibuktikan di Queensland tempat saya menetap. Angka kasus bisa 0 dan kehidupan berjalan biasa, meski pembatasan tetap dilakukan," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini