Ramai Video 'Aku Bukan Homo', KPAI Lapor ke Kominfo

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 15 September 2021 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 612 2471735 ramai-video-aku-bukan-homo-kpai-lapor-ke-kominfo-FyTFBcHNyn.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BARU-BARU ini viral sebuah video 'Aku Bukan Homo' yang dibagikan akun Youtube Sinduatiga. Video tersebut pun ramai karrena diduga mengandung hal-hal berkaitan dengan LGBT bahkan terlihat seperti adegan khusus dewasa meski dikemas dengan animasi buah-buahan.

Hal ini berawal dari seorang ibu yang bersuara mengenai kemunculan video ini di media sosial. Dia sangat khawatir anaknya terdampak, setelah melihat video tersebut yang beredar di Youtube. Dia pun memberi peringatan kepada orangtua lain untuk lebih mengawasi anaknya bermain ponsel.

Video 'Aku Bukan Homo' pun diketahui sudah di-take down oleh pemilik akun tersebut. Meski begitu, video bisa dilihat di media sosial sebagai bahan edukasi dan peringatan bersama.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pun bereaksi merespons beredarnya video 'Aku Bukan Homo' di media sosial. Dalam pernyataannya, lembaga tersebut mengatakan bahwa video itu diduga bermuatan negatif.

LGBT

KPAI pun mengirimkan surat aduan konten negatif ke Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia per tanggal 14 September 2021. Surat itu bernomor 995/11/KPAI/IX/2021 dan ditandatangani oleh Ketua KPAI Susanto.

"Dalam rangka menjalankan tugas (KPAI sesuai dengan amanat UU RI Nomor 35 Tahun 20214), KPAI menerima pengaduan dari masyarakat terkait dengan video di media sosial Youtube yang diduga bermuatan konten negatif. Video tersebut adalah sebuah lagu dan iklan dengan judul lagu 'Aku Bukan Homo'," terang KPAI dalam pernyataan resminya yang diterima MNC Portal, Rabu (15/9/2021).

"Demi kepentingan terbaik bagi anak, kami berharap Kementerian Komunikasi dan Informatika RS untuk melakukan telaah dan pemblokiran terhadap konten dimaksud," tambah keterangan tersebut.

KPAI pun meminta kepada Kemenkominfo untuk melakukan analisis lebih lanjut mengenai tersebarnya video tersebut dan segera melakukan pemblokiran. Ini diharapkan setidaknya dapat menghalau oknum-oknum ataupun masyarakat secara umum dapat mengakses konten video yang meresahkan tersebut.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini