Kenali 4 Aspek Perkembangan Anak, Mana yang Paling Penting di Masa Pandemi?

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 16 September 2021 09:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 612 2471945 kenali-4-aspek-perkembangan-anak-mana-yang-paling-penting-di-masa-pandemi-eSxUq9DtHQ.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MAIN sama anak banyak manfaatnya loh Moms. Karena itu di sela WFH, sempatkan waktu minimal 30 menit menemani si kecil beraktivitas di rumah.

Terbiasa mengajak si kecil main, terutama dari usia bayi hingga 5 tahun, bisa menambah kemampuan otak si kecil. Anak butuh distimulasi setiap hari dalam tumbuh kembangnya.

dr Mesty Ariotedjo SpA menjelaskan, tumbuh kembang anak ada 4 aspek, yaitu perkembembangan personal sosial (kemandirian anak), motorik halus (menulis atau mengambil makanan sendiri), motorik kasar (melompat atau berjalan), serta kemampuan bahasa (kemampuan menyampaiakan sesuatu, mendengar sesuatu dan lainnya). Lalu diikuti dengan kemampuan lain yang lebih kompleks.

 anak

"Jadi kalau bicara bermain ada multiple intelegence, kemampuan interpersonal, bahasa, matematika, dan lainnya," ujar dr Mesty dalam acara ELC Main Sama Anak.

Dijelaskan dr Mesty, perkembangan otak itu terjadi dari masa kehamilan. Ibu dan ayah perlu sekali mengajak komunikasi anak sewaktu di perut.

Lalu sejak 3-5 bulan pertama ajak anak main dengan warna mencolok, bunyi2 menarik. Usia 1-2 tahun ajarkan anak untuk menambah kemampuam berbahasa.

Pada 2 tahun ke atas barulah anak punya identitas untuk berkemampuan diri sendiri. Karenanya, orangtua harus membuat jadwal kegiatan untuk si anak.

"Scheduling ini memudahkan orangtua mengetahui fase perkembamgan anak. Juga anak penting melakukan aktivitas yang tidak terlalu mudah dan susah," tambahnya.

Apalagi sekarang ini banyak orangtua yang sibuk WFH. Justru makin banyak orangtua tak sempat main bareng anak, kemudian membiasakan anak main sendiri.

"Ada studi 34 persen balita tidak mencapai potensi perkembangan yang seharusnya. Salah satunya dampak anak kurang bermain bareng orangtua dan diberikan gadget, anak terlalu sering main gagget telat bicara dan kognitif mereka berkurang," terangnya.

Sementara jika orangtua rajin mengajak anak bermain, bisa memgembangkan sosial anak, mengatur emosinya jauh lebih baik, stimulasi lebih baik, hingga bisa melatih kesabaran anak.

"Jadi jangan sampai melewatkan main sama anak karena tumbuh kembang anak paling baik di usia 2-5 tahun," katanya.

"Minimal sehari jadwalkam main sama anak 30 menit, setiap anak membutuhkan waktu kualitas one on one," lanjutnya 

Ayah dan ibu juga harus terlibat menemani anak main. Peran ayah sangat penting dalam tumbuh kembang anak, agar stimulasi anak lebih baik lagi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini