Pernah Ingin Bunuh Diri, Ariel Tatum Gencar Edukasi soal Kesehatan Mental

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 16 September 2021 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 612 2472265 pernah-ingin-bunuh-diri-ariel-tatum-gencar-edukasi-soal-kesehatan-mental-1fqtL5NUPw.jpg Ariel Tatum. (Foto: Instagram)

ARIEL Tatum salah satu artis yang sering menyuarakan tentang kesehatan mental. Dia pun sering mengedukasi soal kesehatan mental di platform media sosial.

Kepada Deddy Corbuzier dan Ivan Gunawan, Ariel Tatum juga pernah mengaku kena gangguan Ariel Tatum juga mengaku masih harus berjuang untuk bisa sembuh dari Borderline Personality Disorder (BPD) sejak usia 13 tahun. Namun diagnosa baru ketahuan diagnosanya di usia 18 tahun.

"Ketahuan BPD-nya setelah bertahun-tahun menjalankan terapi, aku tahu ini umur 18 tahun lah," ujar Ariel Tatum.

Banyak hal yang dirasakan Ariel Tatum selama mengidap BPD. Pada puncaknya dia mengaku nyaris bunuh diri beberapa kali.

 ariel

"Sorry Riel, pernah mencoba bunuh diri?" tanya Deddy Corbuzier.

"Beberapa kali," kata lawan main Gading Marten di Film Selesai ini.

Saat ini Ariel Tatum juga mengaku masih harus berjuang untuk bisa sembuh dari BPD alias gangguan kepribadian ambang. Gangguan mental ini biasanya ditandai dengan suasana hati, perilaku, dan hubungan yang tidak stabil.

Bahkan Ariel Tatum juga masih sibuk mengedukasi masyarakat soal kesehatan mental. Salah satunya kegiatan yang dilakukan bersama Kita Manusia & Kita Bisa.

Ariel Tatum akan tampil pada video dokumenter mini bertajuk Menjadi Manusia. Film pendek ini juga diperankan oleh Ray Sahetapy.

Rakha Ghanisatria, sang penggagas kampanye, mengatakan bahwa video dokumenter ini dibuat untuk memperingati Hari Kesehatan Mental yang jatuh pada 10 Oktober mendatang. Diharapkan masyarakat bisa mengerti keadaan ODGJ di Indonesia.

"Kami percaya, semua ODGJ berhak pulih. ODGJ yang tidak tertangani sekarang juga manusia, seperti kita. Namun sayangnya, karena stigma yang kuat dan minimnya infrastruktur kesehatan, banyak dari mereka tidak mendapatkan treatment yang tepat," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini