Intervensi Gizi di Pusat dan Daerah, Salah Satu Cara Turunkan Stunting

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 16 September 2021 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 612 2472320 intervensi-gizi-di-pusat-dan-daerah-salah-satu-cara-turunkan-stunting-yOa5PdgPSX.jpg Anak stunting (Foto: CGIAR)

RUPANYA Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menargetkan, penurunan kasus stunting hingga 14 persen di 2024. Sebab kasus tersebut masih menjadi isu nasional.

Hal ini juga sejalan dengan mandat untuk menyelenggarakan serta mengadakan Daerah Ramah Perempuan dan Layak Anak guna sebagai upaya percepatan penurunan stunting sesuai target.

Upaya tersebut tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2021 tentang Penurunan Stunting.

 Menteri Bintang

Menteri PPPA Bintang Puspayoga mengatakan, pihaknya dapat berkontribusi pada pilar ketiga terkait kegiatan melaksanakan konvergensi dalam perencanaan dan penganggaran.

Selain itu, kata Menteri Bintang, juga untuk meningkatkan jenis, cakupan, dan kualitas intervensi gizi di wilayah pusat dan daerah.

Menteri Bintang melanjutkan, akan tetapi pada masa pandemi ini menjadi hambatan yang cukup besar untuk memenuhi target penurunan stunting tersebut.

"Tapi saya yakin dan percaya, ketika sinergi kita bangun dengan baik, kita bekerja bersama-sama, tidak ada istilah yang tidak mungkin kita mengejar target tersebut," ujarnya saat Rakor bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) secara virtual, Kamis (16/9/21).

Untuk itu Kemen PPPA dan BKKBN berkolaborasi menurunkan angka stunting di Indonesia, serta bisa mencapai target penurunan hingga 14 persen di 2024.

"Kemen PPPA dan BKKBN itu hampir benar-benar beririsan," ujar Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo.

Selain itu BKKBN juga memiliki program Bina Keluarga, salah satunya adalah Bina Balita. Di mana target penurunan stunting ini dapat dilakukan berkolaborasi dengan Kemen PPPA.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini