Liburan di Tengah Keberadaan Varian Delta, Ini Pendapat Pakar Kesehatan

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 17 September 2021 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 481 2472927 liburan-di-tengah-keberadaan-varian-delta-ini-pendapat-pakar-kesehatan-i0t9aTeb8r.jpg Liburan di tengah pandemi (Foto: Rehlat)

SAAT membahas rencana liburan di masa pandemi, apalagi hadir pula ancaman varian Delta. Di satu sisi, ada kekhawatiran terkena Covid-19 tetapi di sisi lain dorongan bisa rehat sejenak dari kesibukan kerja tak terelakkan.

Lantas apa pendapat para pakar kesehatan, apakah etis berlibur di tengah pandemi?

liburan di tengah pandemi

Pakar bioetika sekaligus co-founder firma konsultan bioetika Rogue Bioethics, Kelly Hills berpendapat, etis saja bila Anda berasal dari kawasan dan tujuan liburan dengan 80 persen populasi sudah tervaksin dan kasus Covid-19 rendah.

Anda harus mengikuti pedoman kesehatan masyarakat secara ketat. Apabila Anda memutuskan akan bepergian, maka Anda bertanggung jawab atas tindakan Anda dan melakukan yang terbaik untuk meminimalkan penyebaran penyakit.

Sementara itu, Peneliti Kebijakan Kesehatan di Brigham and Women's hospital and Harvard TC Chan School of Public Health, Dr. Thomas Chin-Chia Tsai melihat dari kacamata risiko bagi diri Anda dan orang lain.

"Setelah lebih dari satu setengah tahun perjalanan tertunda karena Covid-19, ada alasan yang sangat nyata mengapa individu mungkin ingin atau perlu melakukan perjalanan bahkan ke daerah dengan tingkat vaksinasi yang rendah misalnya untuk melihat keluarga. Sebagai peneliti kesehatan masyarakat, saya melihat hal ini sebagai salah satu risiko," tutur dia.

Dia mengatakan, bepergian tanpa vaksinasi menempatkan diri Anda dan orang lain dalam risiko terkena COVID-19. Sementara berkunjung ke daerah dengan tingkat vaksinasi rendah dan tingkat kasus COVID-19 tinggi juga secara inheren berisiko.

Sebagai pelancong yang divaksinasi, tetap penting untuk mengikuti pedoman maskapai dan yurisdiksi lokal seputar masker, skrining dan tes Covid-19.

"Kita berada pada tahap pandemi yang fokusnya secara kolektif mengambil tindakan yang dapat mengurangi penularan," tutur dia.

Di sisi lain, pakar epidemiologi di George Mason University Schar School of Policy and Government, Saskia Popescu juga mengajak Anda mempertimbangkan wilayah tinggal Anda, tujuan liburan dan tingkat penularannya.

Seperti dikutip dari Antara, dia mengingatkan Anda tetap mempraktikkan upaya pencegahan infeksi, seperti mengenakan masker dan mengurangi waktu membukanya di dalam ruangan.

Selain itu, sebisa mungkin menghindari pengaturan dalam ruangan yang ramai dengan ventilasi yang tidak memadai dan lebih banyak melakukan hal-hal di luar ruangan sembari tetap mempraktikkan tindakan pencegahan Covid-19 lainnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini