Hari PMI, Kebutuhan Tranfusi Plasma Masih Jadi PR Besar Selama Pandemi

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Sabtu 18 September 2021 07:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 18 481 2473208 hari-pmi-kebutuhan-tranfusi-plasma-masih-jadi-pr-besar-selama-pandemi-ApOyGYzoOX.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

HUT ke-76 Palang Merah Indonesia (PMI) harus dihadapkan dengan pandemi. Tugasnya pun tak sekadar mengurusi donor darah, namun juga donor plasma konvalesen.

Donor konvalesen menjadi salah satu alternatif pengobatan Covid-19. Para penyintas akan mendonorkan plasma darahnya untuk pasien kritis atau bergejala berat, dengan harapan dapat memberikan kekebalan tubuhnya secara alami

Putri Bung Hatta Prof. Dr. Meutia Farida Hatta Swasono menuturkan, pandemi telah memberikan nuansa dan pengalaman besar kepada PMI, untuk bergerak maju sesuai kebutuhan darurat bagi rakyat Indonesia.

 Konvalesen

"Kebutuhan transfusi plasma darah konvalesen dari penyintas Covid-19 untuk korban baru menjadi kesadaran baru bagi insan kesehatan dan masyarakat awam," lanjutnya.

Prof Meutia mengatakan, meski belum semua berhasil, pengalaman ini membuat masyarakat dan insan PMI terus belajar. Para ahli juga akan makin giat dan serius untuk mencari jalan untuk peningkatan keberhasilan menyembuhkan penderita Covid-19 yang baru, sampai nanti pandemi berakhir.

"Walaupun mungkin tidak berarti sudah lenyap, kewaspadaan masih tetap harus dipegang dan berbagai strategi mengatasi pandemi tetap harus ditingkatkan," ujarnya.

Perlu diketahui, donor konvalensen pada dasarnya sama seperi donor darah biasa. Namun, donor plasma konvalensen hanya mengambil plasma darahnya yang dinilai mengandung antibodi untuk melawan Covid-19.

Sementara itu, memperingati Hari Palang Merah Indonesia, Sekretaris Jenderal PMI Sudirman Said berziarah ke makam Bung Hatta di TPU Tanah Kusir. Dia mengenang jasa Bung Hatta yang merupakan Ketua PMI Pertama.

"Kita bersama sama hadir di pusara Proklamator kita, Bapak Bangsa, dan juga Bapak Palang merah Indonesia, dalam rangka memperingati hari jadi ke-76 PMI. Ziarah ini mengandung makna mendoakan, mengenang, mengambil pelajaran dan meneladani orang yang kita ziarahi," ujarnya.

Sudirman juga mengatakan bahwa Bung Hatta menjadi teladan bagi insan PMI di Indonesia. Bung Hatta telah membagikan ilmu kemanusiaan yang kini sangat berguna.

 Sudirman

"Bagi kita insan PMI, Bung Hatta tentu merupakan sumber teladan yang tak habis-habisnya, bagaimana mata air yang terus mengaliri ilmu dan hikmah kehidupan. Jika membaca buku-buku beliau, membaca ulasan tentang beliau jelas sekali Bung Hatta adalah seorang pejuang, seorang humanis, seorang negarawan, dan pemikir yang hingga hari ini buah pikirannya tetap relevan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini