Peneliti Sebut Angka Para Perokok Alami Penurunan Beberapa Tahun Terakhir

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 19 September 2021 08:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 19 481 2473522 peneliti-sebut-angka-para-perokok-alami-penurunan-beberapa-tahun-terakhir-WtimopynRd.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KESADARAN masyarakat akan hidup sehat memang telah mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu yang menjadi concern adalah bahaya merokok.

Sebuah penelitian mengungkapkan, kesadaran masyarakat atas bahaya rokok konvensional kian meningkat. Perokok pun banyak yang memilih berhenti atau setidaknya beralih ke cara alternatif yang lebih rendah risiko.

Menurut Direktur Global Forum on Nicotine (GFN), Gerry Stimson, saat ini ada sekitar 98 juta konsumen di seluruh dunia yang telah beralih ke produk tembakau alternatif yang lebih aman dibanding rokok. 

"Bahkan di Jepang, penjualan rokok turun sepertiga sejak produk tembakau alternatif datang ke pasar. Produsen sekarang harus memastikan alternatif yang lebih aman terjangkau oleh konsumen di negara-negara LMIC (low and middle-income countries), bukan hanya konsumen di negara-negara berpenghasilan tinggi,” kata dia seperti dikutip Antara dari The Guardian.

Rokok

Melansir laporan The Global State of Tobacco Harm Reduction (GSTHR) bertajuk "No fire, No smoke: The Global State of Tobacco Harm Reduction 2018" pada Jumat, menunjukkan konsumsi produk tembakau alternatif ternyata mampu menekan konsumsi rokok konvensional.

Riset Public Health England (2015) juga memaparkan bahwa produk tembakau alternatif rupanya memiliki risiko 95 persen lebih rendah dibandingkan dengan rokok konvensional.

Laporan tersebut mengangkat contoh keberhasilan beberapa negara. Di Jepang pada periode 2017-2019, produk tembakau yang dipanaskan telah berhasil menurunkan angka perokok sebesar 27 persen. Sementara di Swedia penggunaan "snus" juga telah mengurangi jumlah kejadian penyakit berbahaya terkait rokok, dan menjadikannya yang terendah di Uni Eropa.

Penelitian bertajuk "Snus Cessation Patterns- a Long Term Follow Up of Snus Users in Sweden" pada 2020 menyimpulkan bahwa 80 persen responden berhasil berhenti merokok konvensional dengan metode itu. Kemudian di Norwegia, penggunaan snus juga tercatat berhasil menurunkan jumlah perokok sampai 10 persen sejak 2008 sampai 2017. 

Adapula di Inggris jumlah perokok tercatat mengalami penurunan sampai dengan 5 persen sepanjang 2011-2017 berkat peralihan pada rokok elektrik.

Pencapaian itu didukung sikap Pemerintah Inggris yang sangat mendukung hadirnya produk tembakau alternatif, terlebih sejak Departemen Sosial dan Kesehatan Inggris mencanangkan Tobacco Control Plan pada 2017.

Tobacco Control Plan merupakan strategi jangka panjang yang dirancang oleh Pemerintah Inggris untuk mengurangi konsumsi rokok konvensional secara komprehensif. Mulai dari aspek rantai konsumsi, kebijakan fiskal, sampai dengan rehabilitasi.

Salah satu implementasi dari startegi ini adalah pembukaan dua toko vape di rumah sakit oleh National Health Service (NHS). Kebijakan itu dilakukan lantaran produk tembakau alternatif dinilai lebih efektif dalam mengurangi angka perokok dibandingkan perawatan medis.

Langkah progresif yang dilakukan oleh Pemerintah Inggris ini menunjukkan bahwa Inggris telah menyadari bahwa produk tembakau alternatif punya potensi besar bagi kesehatan masyarakat. Dan hal ini terbukti karena sudah banyak diterapkan di sejumlah negara. Contoh positif ini juga perlu ditiru negara-negara lain, termasuk Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini