7 Aturan Pembatasan Pintu Masuk Internasional Antisipasi Masuknya Varian MU

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 20 September 2021 09:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 481 2473888 7-aturan-pembatasan-pintu-masuk-internasional-antisipasi-masuknya-varian-mu-qMiNIZZ6wz.jpg Pintu masuk kedatangan internasional diperketat antisipasi varian Mu (Foto: IG/@soekarnohattaairpot)

COVID-19 di Indonesia memang sudah menurun secara signifikan, namun pemerintah terus berupaya melakukan antisipasi dan mencegah masuknya varian baru Covid-19 seperti varian MU (B.1.621). Antisipasi tersebut berupa membatasi pintu masuk internasional untuk perjalanan darat, laut dan udara yang dilakukan Kementerian Perhubungan.

Merangkum dari laman Instagram resmi Komiter Percepatan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), @lawancovid19_id, Senin (20/9/2021), pembatasan ini berlaku sejak 16 September 2021 untuk jalur darat dan laut, sementara 17 September 2021 untuk jalur udara.

Aturan ini akan terus berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan. Perjalanan masuk ke Indonesia hanya bisa dilakukan melalui pintu kedatangan internasional seperti:

Aturan Pintu Masuk

1. Udara

Hanya melalui bandara Soekarno-Hatta (Cengkareng) dan Bandara Sam Ratulangi (Manado).

2. Laut

Hanya melalui pelabuhan Batam dan Nunukan (Kalimantan Utara).

3. Darat

Hanya melalui pos lintas banyak negara (PLBN) Aruk dan Entikong di Kalimantan Barat.

Baca Juga : Varian Mu Bisa Bikin Lonjakan Kasus Covid-19 seperti Delta?

Berikut aturan lengkap mengenai pembatasan pintu masuk internasional:

Aturan Pintu Masuk

1. Setiap pelaku perjalanan internasional wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

2. Setiap operator moda transportasi di titik pintu masuk perjalanan internasional wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

3. Penumpang baik WNA atau WNI dari luar negeri harus menunjukkan hasil negatif melalui tes PCR (H-3 keberangkatan) dan mengisi e-HAC Internasional Indonesia melalui aplikasi PeduliLindungi.

4. WNA wajib memiliki asuransi kesehatan atau perjalanan yang mencakup pembiayaan kesehatan dalam melakukan karantina maupun perawatan Covid-19 selama di Indonesia.

5. Pada saat kedatangan, dilakukan tes ulang RT PCR dan karantina selama 8x24 jam.

6. Melakukan tes ulang RT-PCR pada hari ketujuh karantina. Jika negatif diperkenankan untuk melanjutkan perjalanan setelah hari kedelapan. Jika positif maka dilakukan perawatan rumah sakit.

7. Kewajiban karantina dikecualikan kepada penumpang WNA pemegang visa diplomatik dan visa dinas terkait dengan kunjungan resmi atau kenegaraan pejabat asing setingkat menteri dan melalui skema Travel Corridor Arrangement.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini