3 Peneliti Asal Indonesia yang Lakukan Penelitian soal Covid-19

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 20 September 2021 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 481 2474020 3-peneliti-asal-indonesia-yang-lakukan-penelitian-soal-covid-19-kQau8PBuvA.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PENELITI Indonesia semakin banyak yang tertarik untuk melakukan studi tentang Covid-19. Salah satunya yakni tentang rapid tes saliva.

Indonesia punya banyak peneliti di bidang Farma dan Biopharma, Cell and genetherapy, e-health, alat kesehatan, diagnostik, makanan minunam kesehatan dan produk bahan alam. Ada tiga peneliti Tanah Air terkait pandemi, yang diberi fasilitas dan dana penelitian melalui Kalbe Science Award (RKSA) 2021.

Mereka adalah David S Perdanakusuma dengan judul penelitian Efektivitas Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cell-Secretome (UCMSC-S) Gel Terhadap Percepatan Reepitelisasi Luka.

Kemudian Bintang Soetjahjo dengan judul penelitian Efektivitas Pemberian Terapi Media Terkondisi Sel Punca Mesenkimal Tali Pusat Allogenik pada Pasien Osteoarthritis Sendi lutut.

Serta Alex Lukmanto Suherman dengan judul penelitian Pengembangan Rapid Test Kit Berbasis Single-Entity Electrochemistry (SEE) Untuk Deteksi Covid-19 Di Saliva.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius menjelaskan, ketiga peneliti tersebut akan mengembangkan penelitian mereka demi mewujudkan misi Hilirisasi Penelitian untuk Menyehatkan Bangsa.

"Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat mencapai proses hilirisasi," ujarnya lewat keterangan tertulis.

Sedangkan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr Laksana Tri Handoko, MSc, menambahkan, pihaknya juga akan memfasilitasi ketiga peneliti ini. Dia juga menilai bahwa kegiatan ini dapat merangsang para peneliti untuk lebih giat melakukan studi.

"Mereka juga diharapkan lebih giat lagi dalam menerjemahkan hasil penelitian menjadi produk atau barang atau jasa yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menyehatkan bangsa,“ katanya.

Sementara itu, Prof. Widodo SSi,MSi, PhD, MedSc, Dekan Fakultas MIPA Universitas Brawijaya mengatakan, selama pandemi penelitian kesehatan terkait Covid-19 harus diperbanyak. Para peneliti juga harus mengoptimalisasi digital untuk menunjang hilirisasi penelitian, khususnya dalam menghadapi pandemi Covid-19.

"Seperti contoh pembuatan vaksin yang semula harus melalui banyak proses penelitian, dari pengecekan jenis virus, memperbanyak virus, screening, efikasi, tahap uji klinis dan digunakan untuk umum," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini