Studi: Toilet Umum Rendah Risiko Paparan Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 20 September 2021 20:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 481 2474288 studi-toilet-umum-rendah-risiko-paparan-covid-19-ICeXYnj1Rn.jpg Virus corona (Foto: Pixabay)

BANYAK orang tak begitu nyaman menggunakan toilet umum, terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang. Semaksimal mungkin bagi sebagian orang tidak menggunakan toilet umum.

Salah satu alasannya adalah kurang higienis dan dianggap memiliki risiko tinggi terpapar Covid-19. Tapi, studi yang dipimpin oleh Profesor Sotiris Vardoulakis dari Australian National University mengungkapkan bahwa tidak ada bukti kuat penularan Covid-19 melalui udara di toilet umum.

Studi peer-review ini diterbitkan di jurnal Science of Total Environment dengan mengamati 38 studi dari 13 negara yang diterbitkan sejak 2000 hingga 2020 untuk mengetahui risiko penularan virus atau bakteri dari penggunaan toilet umum.

 Toilet

Studi ini juga menganalisis berbagai kemungkinan cara penularan di toilet umum termasuk inhalasi, kontak permukaan, dan fekal-oral (masuknya feses ke dalam tubuh orang lain).

"Menekan tombol bilas pada kakus duduk dan menggunakan pengering tangan di toilet umum dapat meningkatkan aerosolisasi, tetapi kemungkinan penularan cukup rendah, selama kebersihan tangan dan kamar mandi terjaga dengan baik," kata peneliti, dikutip dari HuffPost UK, Senin (20/9/2021).

Hal ini cukup disadari para peneliti saat menganalisis subjek penelitian. Ya, orang-orang khawatir menggunakan toilet umum selama pandemi.

"Tetapi jika Anda mampu meminimalkan waktu di kamar mandi, mencuci tangan dengan baik dan benar, tidak buka ponsel tidak makan atau minum, maka pemakaian toilet umum masih aman," tambah Profesor Vardoulakis.

Ia melanjutkan, studi ini juga membuktikan bahwa meski di feses pasien Covid-19 masih terdeteksi adanya virus SARS-CoV2, tetapi secara luas, toilet umum tidak berkontribusi sangat besar dalam penyebaran Covid-19.

"Alasan kenapa rendah, karena tidak ada orang mau berlama-lama di dalam toilet umum sekarang dan kebanyakan dari mereka tidak ngobrol juga dengan orang lain selama di dalam toilet umum," terangnya.

Benar, feses pasien Covid-19 masih terdeteksi virus. Ini sudah dibuktikan dalam studi lain dari hasil pengamatan di rumah sakit Singapura, China, Inggris, dan Italia. "Di toilet bangsal Covid-19 terdeteksi keberadaan virus corona," terang studi tersebut.

Di studi yang dilakukan Profesor Vardoulakis, tertera informasi yang patut dilakukan masyarakat saat terpaksa menggunakan toilet umum. Adalah menutup kakus sebelum akhirnya menekan tombol 'flush'. Ini meminimalisir partikel virus menyebar lewat aerosol saat di-flush.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini