Perempuan Merokok Lebih Berisiko Idap Kanker Paru-Paru dibanding Pria Loh

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 21 September 2021 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 481 2474662 perempuan-merokok-lebih-berisiko-idap-kanker-paru-paru-dibanding-pria-loh-KFQfvMVPzx.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PARA perokok memang rentan terkena kanker paru-paru, karena paru-paru akan mengalami iritasi. Bahkan, studi yang mengungkapkan bahwa 85 hingga 90 persen pasien kanker paru-paru adalah perokok.

Studi yang diterbitkan di Oxford Academic, saat ini kurang lebih 47 persen pria dan 12 persen perempuan berusia 15 tahun adalah perokok. Menjadi pertanyaan sekarang, apakah perempuan perokok punya risiko yang lebih buruk akibat kanker paru-paru?

Studi epidemiologis menjawabnya bahwa dalam 20 tahun terakhir menunjukan data perempuan perokok mungkin lebih rentan terhadap kanker paru-paru daripada perokok pria.

Kanker

"Dalam studi berbasis populasi McDuffie et al, peneliti mengamati bahwa usia saat diagnosis kanker paru-paru pada perempuan lebih muda meskipun perokok pria rata-rata lebih banyak konsumsi rokoknya dan sudah mulai merokok lebih awal daripada perempuan," papar studi itu.

Lalu, di beberapa negara barat melaporkan, dalam studi kasus-kontrol, risiko paru-paru lebih tinggi pada kalangan wanita. Ini terbukti dari hasil studi yang dilakukan di Eropa, Lubin, dan Blot.

Studi lain yang dilakukan Brownson melaporkan rasio odds yang lebih tinggi pada perempuan perokok dibandingkan pria untuk semua jenis histologis kecuali adenokarsinoma. Kemudian, Risch dkk menemukan rasio odds yang lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki untuk semua jenis histologis utama kanker paru-paru.

Dari sejumlah studi epidemiologis tersebut, sejauh ini belum menghasilkan kesimpulan yang seragam. Ini ditunjukkan oleh studi kasus-kontrol multisenter di Jerman dan Italia yang menemukan bahwa tidak ada perbedaan substansial yang tampak pada efek pria perokok maupun perempuan perokok. "Padahal jumlah rokok yang dihisap sama banyaknya," tambah studi itu.

Berbagai bias dapat memengaruhi perbandingan perbedaan dan persamaan antara perempuan dan laki-laki. Risiko lebih tinggi pada wanita daripada pria dapat disebabkan sebagian oleh risiko absolut awal yang lebih rendah dari kanker paru-paru untuk wanita yang tidak merokok.

"Namun, dalam beberapa penelitian, perbedaan rasio odds sangat besar sehingga tidak dapat dijelaskan oleh perbedaan paparan awal dan riwayat merokok. Sumber bias lain yang mungkin memiliki faktor penentu adalah kurangnya pelaporan kebiasaan merokok dan efek perancu dari perokok pasif, yang mungkin lebih tinggi pada wanita daripada pria," tambah laporan tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini