Bayi Usia 6 Bulan Bisa Terima Vaksin Covid-19, Apa Efek Sampingnya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 21 September 2021 05:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 612 2474344 anak-bayi-usia-6-bulan-bisa-terima-vaksin-covid-19-apa-efek-sampingnya-Cfo97w8Gg3.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PERLINDUNGAN dari Covid-19 memang terus diperluas. Jika di awal pandemi Covid-19 hanya orang dewasa yang bisa mendapatkan vaksin Covid-19, kini vaksin tersebut mulai diberikan pada anak usia 12 tahun ke atas.

Studi pun terus dilakukan hingga, belakangan studi KidCove Moderna meneliti kemungkinan vaksin untuk balita berusia 6 bulan. Dengan demikian, bukan tidak mungkin balita akan bisa divaksin Covid-19 dan diajak ke tempat-tempat wisata.

Dokter Jeffri Aloys Gunawan, Sp.PD, mengatakan studi KidCOVE yang dilakukan pada anak-anak usia 6 bulan sampai 11 tahun terbagi pada 3 fase. Fase pertama, adalah anak-anak dengan usia kurang lebih 6 tahun sampai 11 tahun.

Sementara fase kedua, yakni anak-anak usia di antara 2 hingga 6 tahun, dan yang terakhir adalah anak usia 6 bulan sampai 2 tahun. "Dan jika studi ini hasilnya keluar, ini bisa jadi panduan BPOM RI sehingga balita kita bisa divaksinasi," tutur dokter Jeff kepada Okezone.

Lantas apakah efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) ? Menurut dokter Jeff meskipun masih diteliti, tapi dia memperkirakan efeknya tidak akan berbeda dari orang dewasa. "Kami berharap semoga KIPI-nya tak jauh berbeda pada KIPI Moderna untuk dewasa, yang terbilang efek sampingnya ringan hingga sedang," jelasnya.

Dia melanjutkan, sampai saat ini belum ada data laporan yang mencatat kasus berat seperti misal ada reaksi anafilaksis. Hanya saja, masih ada sejumlah hal yang harus menjadi perhatian serius, yakni kandungan logam pada vaksin Moderna.

"Memang ada pemberitaan soal kandungan logam pada vaksin Moderna, tapi sejauh ini masih diinvestigasi. Hasil terakhir menyatakan bahwa itu adalah serbuk stainless steel, jadi merupakan ada faktor di pabriknya yang sehausnya tidak masuk ke dalam vial vaksin dan lolos," katanya.

"Meski begitu serbuk stainless steel tidak menimbulkan kebahayaan karena sudah banyak digunakan dalam bidang kedokteran, khususnya alat bidang jantung katip jantung atau pacu jantung yang menggunakan bahan-bahan stainless steel," tambah dr Jeff.

Sebelumnya, dr. Jeffri Aloys Gunawan, Sp.PD, menjelaskan vaksin Covid-19 produksi Moderna memang tengah diteliti untuk anak balita. Dalam paparannya di Instagram @drjeffaloys, dr. Jeff menjelaskan studi vaksin Moderna untuk anak usia 6-11 tahun memang masih dilakukan, sehingga belum ada hasil pasti.

Lewat studi yang bernama KidCOVE, mereka menguji pada anak-anak usia 6 bulan sampai 11 tahun, termasuk rentang usia yang panjang. Jika sesuai target, maka studi KidCove Moderna ini akan keluar pada November 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini