Ini Kategori Mereka yang Tak Bisa Masuk Ujicoba Vaksin Balita

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 21 September 2021 06:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 612 2474352 ini-kategori-mereka-yang-tak-bisa-masuk-ujicoba-vaksin-balita-zVvQf8FM6i.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

BERKEMBANGNYA virus Covid-19 menjadi varian-varian baru memang cukup mengkhawatirkan. Tapi, seiring dengan mutasi yang terjadi pada virus Covid-19, para penelirti juga terus mengembangkan vaksin Covid-19.

Salah satu yang terus mengembangkan vaksin Covid-19 adalah Moderna, lewat KidCOVE Moderna pun tengah mengkaji kemungkinan vaksin Covid-19 diberikan ke balita. Saat ini, penelitian pun terus dilakukan dan disuntikkan ke beberapa balita.

Dokter Jeffri Aloys Gunawan, Sp.PD, mengatakan ada beberapa bayi yang tidak bisa masuk dalam uji coba vaksin Covid-19 untuk balita ini. Siapa saja kelompok balita tersebut?

"Kategorinya itu anak yang prematur, bayi yang saat lahir berat badannya kurang dari 2,5 kg dan usia kehamilan kurang atau tidak sampai 37 minggu," kata dia kepada Okezone.

Selain itu, mereka yang juga terinfeksi Covid-19 juga tidak bisa diikutsertakan dalam studi ini. "Atau anak yang sebelumnya sudah pernah mendapatkan vaksinasi Covid-19 jenis lain, itu juga tidak diikutsertakan dalam studi ini," jelas dr Jeff.

Dia melanjutkan, sampai saat ini belum ada vaksin lain yang diakui oleh WHO bisa disuntikkan ke anak-anak. Adapun vaksin sinovac or sinopharm yakni untuk anak berusia 6-11 tahun.

"Karena sampai saat ini belum ada tuh dari sinovac or sinopharm yang merilis datanya. setahu kami sinovac melakukan studi pada anak di Chili atau negara-negara selain Kamboja. Jadi, yang di kamboja, kami belum dapat datanya, mudah-mudahan hasilnya segera rilis dan akan kami himpun," tutur dia.

Adapun studi KidCOVE yang dilakukan pada anak-anak usia 6 bulan sampai 11 tahun terbagi pada 3 fase. Fase pertama, adalah anak-anak dengan usia kurang lebih 6 tahun sampai 11 tahun. Sementara fase kedua, yakni anak-anak usia di antara 2 hingga 6 tahun, dan yang terakhir adalah anak usia 6 bulan sampai 2 tahun.

Sekadar informasi, Kuba akhirnya memutuskan untuk memulai vaksinasi untuk anak-anak pada hari Jumat 3 September lalu dimulai dengan anak-anak berusia 12 tahun ke atas. Lalu pada Senin 6 September kemarin, vaksin Covid-19 mulai didistribusikan pada kelompok usia anak-anak 2-11 tahun di Provinsi Cienfuegos.

Pemberian vaksin Covid-19 pada anak-anak dimulai dari usia 2 tahun tersebut, disebutkan akan menggunakan vaksin Covid-19 buatan Kuba sendiri Abdala dan Soberana, yang mana tidak diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Vaksin Covid-19 buatan Kuba, dibuat dengan didasarkan pada teknologi protein rekombinan, platform yang sama seperti yang digunakan oleh vaksin Novavax dari Amerika Serikat dan Sanofi dari Prancis yang saat ini diketahui tengah menunggu persetujuan dari WHO.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini