Angka Positif Turun 58%, Prof Wiku Prediksi Kapan Indonesia Bakal Dihantam Gelombang Ke-3

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 22 September 2021 02:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 612 2474925 angka-positif-turun-58-prof-wiku-prediksi-kapan-indonesia-bakal-dihantam-gelombang-ke-3-s2OOFcudE2.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

PENANGANAN Covid-19 di Indonesia memang menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Indonesia berhasil menurunkan jumlah positif Covid-19 hingga 58 persen, tapi bukan berarti kita bisa berpuas diri.

Belajar dari pengalaman yang lalu, ketika angka Covid-19 sudah turun, maka ada risiko kembali meningkat tajam. Negara-negara di dunia seperti Malaysia, India, Jepang dan negara-negara lainnya tengah mengalami lonjakan kasus positif.

Indonesia pun telah merasakan gelombang kedua yang membuat pemerintah harus kembali menarik rem darurat. Ini artinya, walau angka kasus positif Covid-19 terus menurun diikuti dengan angka kesembuhan yang terus naik, maka tidak tertutup kemungkinan Indonesia akan mengalami hantaman gelombang ketiga.

“Melihat pola lonjakan kasus di Indonesia yang berselang tiga bulan dari lonjakan kasus di negara lain, seperti di India, Malaysia dan Jepang. Maka kita harus tetap waspada an menjalankan protokol kesehatan agar kita tidak menyusul gelombang ketiga dalam bebrapa bulan ke depan,” tutur Koordinator Pakar dan Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof Wiku di akun chanel Youtube Sekretariat Presiden.

Secara umum potensi terjadinya lonjakan kasus positif akan muncul di momentum libur panjang. “Umumnya peluang lonjakan akan datang pada saar libur panjang dan pelaksanaan kegiatan besar masyarakat di dalam negeri,” lanjut Prof Wiku.

Pola ini, disebut Prof Wiku masih ditambah lagi dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang suka berkumpul alias berkerumun. Oleh karena itu, Indonesia pun harus waspada dengan tren kenaikan ini.

“Walau ada gelombang baru di beberapa negara lain d dunia, tapi kita perlu memperhatikan ancaman lonjakan kasus yang ada di dalam negeri, akibat faktor khas yang ditemui di Indonesia, misalnya tradisi berkumpul, dan bepergian saat Hari Raya yang sering buat masyarakat abai protokol kesehatan,” tegasnya.

Mengutip data dari John Hopkins, menyatakan bahwa penanganan Covid-19 di Indonesia diapresiasi sebagai salah satu yang terbaik di dunia, karena Indonesia mampu bergerak cepat hingga bisa menurunkan angka kasus positif sampai lebih dari 50 persen.

Tren baik ini memang tidak terlepas dari upaya pemerintah melakukan pengetatan pembatasan aktivitas masyarakat dengan PPKM berbagai level, tracing dan testing, dan juga vaksinasi yang semakin digenjot setiap harinya.

Tapi, meski angka kasus harian sudah jauh menurun, tapi masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan disiplin protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan dengan air dan sabun, menjaga jarak, mengurangi mobilitas yang tak perlu, menghindar kerumunan dan segera lakukan vaksinasi sesuai jadwalnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini